Tempat mati
yang paling tidak elit dan agak, ah, tidak, memang – dan sangat - memalukan,
adalah kamar mandi. Menurut penjelasan kakekku dulu, ada sekitar 10% kematian
di dunia ini yang disebabkan karena terjatuh saat sedang berada di kamar mandi,
mungkin terpeleset, atau kaki yang berselisih saat akan memasuki atau keluar
dari kamar mandi. Yah, memang yang namanya kematian kita tak bisa mengelaknya,
dimana kita mati, kapan kita mati, bagaimana kita mati, setidaknya itu yang
selalu dikatakan kakekku, ya, kakekku memang cerewet.
my clover!
~~~ I Really miss you. The one that I need is you, Silly ~~~
Sunday, September 1, 2013
Sunday, April 7, 2013
Makhluk Mimpi
Sudah pernahkah
kuceritakan ini kepadamu, manisku?
Di malam hari,
kala kelelahan menggerogoti persendian, menghadirkan ngilu, penat, dan keluhan,
aku selalu bisa tersenyum, tersenyum saat melihat sosokmu muncul menggunakan
kemeja merah.
Aku memimpikanmu, duduk dan tersenyum bersamaku.
Esoknya aku
kembali bisa tersenyum. Aku melihatmu, tertawa lepas bersama teman-temanmu,
menggunakan kemeja merah, persis seperti yang kulihat di mimpiku.
Sudah pernahkah
kuceritakan ini kepadamu, duhai pemilik mata bening nan menyejukkan?
Bahwa malam ini
aku kembali memimpikanmu. Menggenggam tanganku, menggunakan kaos merah yang
lucu. Menyusuri danau semu yang tak berhulu. Ah, lalu aku tersenyum, kaos
merahmu, yang kontras dengan danau biru, membuatku tak kuasa memelukmu.
Esoknya aku
kembali bisa tersenyum. Aku melihatmu, tertawa lepas bersama teman-temanmu,
menggunakan kaos merah, persis seperti yang kau gunakan, ketika menggenggam
tanganku, di danau mimpiku.
Aku terhenyak.
Aku harus berani. Mungkin kaulah jawaban atas segala pertanyaanku selama ini.
Kaulah mimpiku.
Aku berjalan kearahmu dan teman-temanmu.
Menghampirimu,
memintamu untuk memilikiku.
Seorang temanmu
memandangku ketakutan. Entahlah, namun di kornea matanya yang hitam kecoklatan,
tak sedikitpun kulihat bayang sosokmu, hanya ada bayanganku, yang tersenyum
mengerikan, dengan menggenggam kaos merah berlumuran darah.
Aku semakin
yakin, kau memanglah mimpiku.
:: ditulis saat menahan rasa perih di perut
ini apa? entahlah. Fiksi tak berdasar, eh?
Kaulah mimpiku *asah pisau*
Kaa
Tuesday, February 19, 2013
Tuesday, December 18, 2012
Friday, September 28, 2012
You still ARE
Once there was a man,
whom she loves with
all her heart,
always brought smiles
to her lips,
whose presence’s like
a cure to her illness,
the only one that
could shed tears to her eyes.
Saturday, September 15, 2012
Huh? lol
I can't believe I wrote a story like this
haaaa XDDDD
“Karaa…” aku mendengar mama memanggilku. Aku yakin
sekarang papa pasti sudah menungguku. Tak lama aku mendengar suara klakson
mobil papa.
“Aisshh, tanda-tanda kiamat nih“ aku menggumam sendiri.
Jika papa sampai membunyikan klakson mobilnya, itu berarti aku sudah benar-benar
terlambat. Aku bergegas keluar kamar, namun aku melupakan hapeku,aku pun
kembali untuk mengambilnya, bisa gawat kuadrat kalo sampai hapeku tertinggal.
Aku mengambil hapeku diatas meja belajarku, tapi, mataku
tertumbuk pada satu amplop berwarna biru yang menyembul dari dalam laci meja
belajarku. Time stops for a moment.
I’m frozen.
Aku
mengambil amplop itu lantas membukanya,.. “TIN TIN TIIIINNN”…
“
Aigooo~~~ IYAA PAAA.. Here I goo…..”
aku berlari menuju mobil Papa, tak lupa kumasukkan amplop biru tadi kedalam
tasku, I’ll read it in campus of course
!!
***
Friday, March 16, 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)