Sunday, September 1, 2013

Kamar Mandi

Tempat  mati yang paling tidak elit dan agak, ah, tidak, memang – dan sangat - memalukan, adalah kamar mandi. Menurut penjelasan kakekku dulu, ada sekitar 10% kematian di dunia ini yang disebabkan karena terjatuh saat sedang berada di kamar mandi, mungkin terpeleset, atau kaki yang berselisih saat akan memasuki atau keluar dari kamar mandi. Yah, memang yang namanya kematian kita tak bisa mengelaknya, dimana kita mati, kapan kita mati, bagaimana kita mati, setidaknya itu yang selalu dikatakan kakekku, ya, kakekku memang cerewet.

Sunday, April 7, 2013

Makhluk Mimpi



Sudah pernahkah kuceritakan ini kepadamu, manisku?

Di malam hari, kala kelelahan menggerogoti persendian, menghadirkan ngilu, penat, dan keluhan, aku selalu bisa tersenyum, tersenyum saat melihat sosokmu muncul menggunakan kemeja merah. 

Aku memimpikanmu, duduk dan tersenyum bersamaku.

Esoknya aku kembali bisa tersenyum. Aku melihatmu, tertawa lepas bersama teman-temanmu, menggunakan kemeja merah, persis seperti yang kulihat di mimpiku.

Sudah pernahkah kuceritakan ini kepadamu, duhai pemilik mata bening nan menyejukkan?

Bahwa malam ini aku kembali memimpikanmu. Menggenggam tanganku, menggunakan kaos merah yang lucu. Menyusuri danau semu yang tak berhulu. Ah, lalu aku tersenyum, kaos merahmu, yang kontras dengan danau biru, membuatku tak kuasa memelukmu.

Esoknya aku kembali bisa tersenyum. Aku melihatmu, tertawa lepas bersama teman-temanmu, menggunakan kaos merah, persis seperti yang kau gunakan, ketika menggenggam tanganku, di danau mimpiku.

Aku terhenyak. Aku harus berani. Mungkin kaulah jawaban atas segala pertanyaanku selama ini. 

Kaulah mimpiku. 

Aku berjalan kearahmu dan teman-temanmu. 
Menghampirimu, memintamu untuk memilikiku.

Seorang temanmu memandangku ketakutan. Entahlah, namun di kornea matanya yang hitam kecoklatan, tak sedikitpun kulihat bayang sosokmu, hanya ada bayanganku, yang tersenyum mengerikan, dengan menggenggam kaos merah berlumuran darah.

Aku semakin yakin, kau memanglah mimpiku.



:: ditulis saat menahan rasa perih di perut 
ini apa? entahlah. Fiksi tak berdasar, eh?
Kaulah mimpiku *asah pisau*

Kaa

Tuesday, February 19, 2013

Tuesday, December 18, 2012

Ego(is)


Egois.

Aku memang egois.

Cenderung mengikuti semua apa yang dikatakan oleh ego-ku.

Friday, September 28, 2012

You still ARE


Once there was a man,

whom she loves with all her heart,

always brought smiles to her lips,

whose presence’s like a cure to her illness,

the only one that could shed tears to her eyes.

Saturday, September 15, 2012

Huh? lol


I can't believe I wrote a story like this
haaaa XDDDD

“Karaa…” aku mendengar mama memanggilku. Aku yakin sekarang papa pasti sudah menungguku. Tak lama aku mendengar suara klakson mobil papa.

“Aisshh, tanda-tanda kiamat nih“ aku menggumam sendiri. Jika papa sampai membunyikan klakson mobilnya, itu berarti aku sudah benar-benar terlambat. Aku bergegas keluar kamar, namun aku melupakan hapeku,aku pun kembali untuk mengambilnya, bisa gawat kuadrat kalo sampai hapeku tertinggal.

Aku mengambil hapeku diatas meja belajarku, tapi, mataku tertumbuk pada satu amplop berwarna biru yang menyembul dari dalam laci meja belajarku. Time stops for a moment. I’m frozen

Aku mengambil amplop itu lantas membukanya,.. “TIN TIN TIIIINNN”…

“ Aigooo~~~ IYAA PAAA.. Here I goo…..” aku berlari menuju mobil Papa, tak lupa kumasukkan amplop biru tadi kedalam tasku, I’ll read it in campus of course !!

***

Friday, March 16, 2012