Sunday, April 7, 2013

Makhluk Mimpi



Sudah pernahkah kuceritakan ini kepadamu, manisku?

Di malam hari, kala kelelahan menggerogoti persendian, menghadirkan ngilu, penat, dan keluhan, aku selalu bisa tersenyum, tersenyum saat melihat sosokmu muncul menggunakan kemeja merah. 

Aku memimpikanmu, duduk dan tersenyum bersamaku.

Esoknya aku kembali bisa tersenyum. Aku melihatmu, tertawa lepas bersama teman-temanmu, menggunakan kemeja merah, persis seperti yang kulihat di mimpiku.

Sudah pernahkah kuceritakan ini kepadamu, duhai pemilik mata bening nan menyejukkan?

Bahwa malam ini aku kembali memimpikanmu. Menggenggam tanganku, menggunakan kaos merah yang lucu. Menyusuri danau semu yang tak berhulu. Ah, lalu aku tersenyum, kaos merahmu, yang kontras dengan danau biru, membuatku tak kuasa memelukmu.

Esoknya aku kembali bisa tersenyum. Aku melihatmu, tertawa lepas bersama teman-temanmu, menggunakan kaos merah, persis seperti yang kau gunakan, ketika menggenggam tanganku, di danau mimpiku.

Aku terhenyak. Aku harus berani. Mungkin kaulah jawaban atas segala pertanyaanku selama ini. 

Kaulah mimpiku. 

Aku berjalan kearahmu dan teman-temanmu. 
Menghampirimu, memintamu untuk memilikiku.

Seorang temanmu memandangku ketakutan. Entahlah, namun di kornea matanya yang hitam kecoklatan, tak sedikitpun kulihat bayang sosokmu, hanya ada bayanganku, yang tersenyum mengerikan, dengan menggenggam kaos merah berlumuran darah.

Aku semakin yakin, kau memanglah mimpiku.



:: ditulis saat menahan rasa perih di perut 
ini apa? entahlah. Fiksi tak berdasar, eh?
Kaulah mimpiku *asah pisau*

Kaa