Aku cukup bodoh untuk lupa bahwa dunia ini tidak semanis yang ada di dongeng.
Dimana kau bisa memiliki apa yang kau mau.
Dimana kau bisa tertawa.
Tidur tanpa rasa takut.
Selalu merasa terlindungi, karena orang-orang yang kau cintai ada di sampingmu.
Aku cukup bodoh untuk lupa bahwa kita hidup tidak untuk main-main.
Tidak untuk tertawa hingga rahang sakit.
Tidak untuk duduk-duduk di beranda rumah, menikmati hujan.
Tidak untuk tersenyum saat melihat sekelompok anak kecil bermain-main riang.
Aku cukup bodoh untuk lupa bahwa dunia ini kejam.
Terlebih untuk aku, si bodoh ini.
Orang yang naif.
Orang yang selalu mau dimengerti, sementara dia tidak mau mengerti.
Apatis sejati.
Aku cukup bodoh untuk lupa bahwa setiap orang ibarat sebuah koin, memiliki dua sisi.
Sisi yang manis.
Sisi yang buruk.
Tinggal menunggu waktu untuk melihat sisi lain dari orang itu.
waktu
waktu
hanya masalah waktu
Aku cukup bodoh untuk lupa bahwa kasih sayang bukanlah sesuatu yang harus dicari, tapi diciptakan.
Dan si bodoh ini adalah orang yang tak bisa memberikan kasih sayang untuk sesama.
Si bodoh ini adalah orang berhati batu.
Keras kepala.
Tanpa topeng.
Pedas.
Tajam.
Aku cukup bodoh untuk lupa bahwa aku ..
bahwa aku..
memiliki hati yang tertambat disana
Samudera luas milik-NYA
Dan aku cukup bodoh
karena aku tidak segera kembali
Akulah si bodoh itu.
Ya, AKU
--Kaa
ooow tika yg malang. otokotokotokotok... cup cup... cini cini atu peyyuuuuk :*
ReplyDelete