" Enggak "
" Kenapa? "
" Dingin, gelap, suram .. "
" Berarti kamu lupa? "
" Lupa? "
" Hari dimana kita pertama kali ketemu.. jalanan basah, tenda tenda yang penuh terisi air hujan, daun daun yang tunduk karena tetes-tetes air membebani mereka.. Hari dimana kita saling menyapa, kamu dengan baju batikmu, dan aku juga dengan baju batikku"
Aku terdiam, memandang matanya.
Mata yang selalu kusuka.
Perlahan mencubit kedua pipinya.
" Berarti kamu yang lupa, pertama kali kita bertemu itu sesaat setelah hujan, bukan saat hujan .. Bahkan aku yakin, jika hari itu hujan terus-terusan turun, kamu nggak akan mendatangi aku, untuk menyapaku. Tuhan menghentikan hujan saat itu, untuk mempertemukan kita."
Diam sejenak.
Aku tahu, dia sedang berpikir keras.
Dia selalu begitu.
Tidak bisa mencerna kalimat sederhana.
Aku melanjutkan sembari menggenggam tangannya.
" Bahkan bagi aku, kamu lebih seperti pelangi. Indah, berwarna, walau dengan segala keterbatasan juga kebodohanmu "
Akhirnya..
Dia tersenyum. Senyum yang juga selalu kusuka.
Mengangguk dengan antusias.
Matanya yang lebar semakin terlihat lebar.
Menggemaskan.
Kamu memang pelangiku.
Yang terpenting bukanlah kapan aku menemukanmu.
Saat hujan, saat panas, atau mungkin ketika banjir melanda.
Bukan.
Bukan itu.
Yang terpenting adalah pada akhirnya aku berhasil menemukanmu.
Ya, Kamu.
Bukan yang lain.
Menemukan tangan hangat untuk digenggam.
Menemukan pancaran semangat dari mata lebarmu.
Menemukan kekuatan dari kata-kata yang keluar dari mulutmu.
Menemukan tempat bersandar.
Namun sayang.
Itu dulu.
Tangan itu kini tak lagi hangat.
Dingin.
Kaku.
Dan hujan kembali turun.
Aku lebur ke dalamnya.
Berusaha untuk menghilang.
Percuma.
Waktuku belum tiba.
Aku lupa.
Pelangi itu tidak selamanya ada.
Pelangi itu tidak abadi.
Tidak ada yang abadi.
Dan aku masih ditengah hujan ini.
Menangis.
Aku Rindu
Malang, 2 November 2011
Tikaa
tentang hujan..tentang pelangi...tentang kodok ngorek... XD
ReplyDeletebaaguuuus bgt nih sumpah... tapi aku lbih suka klo endingnya cuma sampe
"Menemukan tangan hangat untuk digenggam.
Menemukan pancaran semangat dari mata lebarmu.
Menemukan kekuatan dari kata-kata yang keluar dari mulutmu.
Menemukan tempat bersandar."
:') subhanallah sekali kalo endingnya happy...hihihi
follback naa~
ternyata seorang tika chan adalah seorang yg melankolis, romantis, uuuuh unyuuuuu deeeeh :D
ReplyDeletewah jadiii em a ma el u luuu niiihh kaliaan inii...
ReplyDeleteiyaa okeee mbak ituuum lupa terus mau pollow back, wait for me thereeee XD