PART 1 dari beberapa PART lainnya ..
Just enjoy..
kritik dan saran (tidak) dinanti *maksa*
Sudah 2 jam lebih
Siwon mondar mandir di depan kantor itu. Dia bingung bagaimana dia harus
memulai hari kerja pertamanya itu. Dia tidak berani masuk. Bendera dengan logo JWS yang sudah dipoles dengan
desain grafis yang menawan berkibar di halaman kantor itu. Kantor detektif JWS
.
JWS atau Jung Woo Sung adalah seorang detektif ternama di Korea. Dia membuka
agensi mandiri, terpisah dengan
kepolisian. Para penyidik dari kepolisian Korea kerap meminta bantuan untuk
memecahkan kasus kepada JWS agensi. Berbagai kasus telah mereka tangani, mulai
dari kasus kecil hingga yang mencakup skala nasional. Maka dari itulah, Jung Woo
Sung, founder sekaligus pemilik dari Jws agensi ini mendapat banyak penghargaan
dari pemerintah. Pihak kepolisian di Korea pun telah mengkontrak Jws agensi
untuk bekerja sama untuk membantu terpecahkannya suatu kasus.
Setelah melalui
beragam tes, Siwon berhasil diterima di JWS agensi sebagai salah satu anggota
Tim penyamaran. Tim penyamaran merupakan sub-tim dari tim investigasi yang
hanya berfokus pada kegiatan penyamaran.
Tim penyamaran memiliki pengaruh yang
sangat besar dalam terpecahkannya suatu kasus. Mereka membantu tim penyidik
untuk menyamar dan membantu mengumpulkan petunjuk-petunjuk juga bukti bukti
yang memudahkan tim investigasi untuk memecahkan kasus tersebut. Tim Penyamaran
tentu saja tak bisa diremehkan. Mereka masuk ke dalam jajaran staff elit yang
ada di JWS agensi. Di tim inilah Siwon akan mengerahkan seluruh kemampuannya.
Setelah lama
berkutat dengan kegugupannya, Siwon memberanikan diri untuk masuk ke dalam Kantor
Jws Agensi. Sudah berkali-kali dia keluar masuk kantor ini, terutama ketika dia
harus bolak balik mengikuti berbagai macam tes, namun tetap saja, jantungnya
berdebar lebih kencang ketika kaki kanannya resmi memasuki bangunan megah itu.
Semua hal yang ada di kantor itu selalu saja membuatnya ‘excited‘.
Siwon berhenti
sejenak si depan peta yang menunjukkan denah lokasi Jws Agensi secara lengkap.
Dia lebih senang mencari sendiri ruang kerjanya daripada harus bertanya kepada
dua resepsionis cantik yang ada di front
office.
Ketemu. Ruang Tim Penyamaran, lantai 5 .
Siwon berjalan
perlahan menuju Lift, beberapa lelaki berpakaian rapi lewat di depannya. Siwon
menunduk dan tersenyum tipis, mereka balas menundukkan kepala dan kembali
melanjutkan percakapan mereka. Siwon menekan angka 5 yang ada di deretan
tombol-tombol Lift itu, bersamaan dengan seorang lelaki yang tingginya hampir
sama dengannya. Lelaki itu juga menekan tombol 5. Siwon refleks menoleh. Lelaki
itu juga menoleh kearah Siwon.
Lelaki muda berkacamata
dengan wajah angkuh tanpa senyum itu juga menuju lantai 5. Siwon tersenyum.
“ Annyeong Haseyo ”
Siwon menganggukkan kepalanya kearah lelaki muda itu.
“ Kau ya, anggota
baru kami? Atau bukan?“ lelaki muda itu masih bertahan dengan wajah angkuhnya,
bertanya kepada Siwon sembari menghirup kopi yang ada di tangannya. Tanpa
membalas salam dari Siwon, dia langsung bertanya. Straight forward.
Siwon terkesiap. Bagaimana dia bisa tahu?
“ Ne,aku anggota
baru di kantor ini, dan aku anggota tim penyamaran, anda? “ Siwon bertanya
dengan antusias. Lelaki itu tersenyum kecut, masih menghirup kopinya.
“ Kau sepertinya
sedikit lambat dalam berpikir, sebaiknya kau pikirkan kembali pertanyaan awalku
tadi ..“ dengan gaya cool-nya, lelaki itu membenarkan kacamatanya. Siwon mengerutkan keningnya mencoba mencerna
maksud lelaki itu.
Ting.
Pintu lift terbuka.
Lelaki muda itu masuk terlebih dahulu, Siwon menguntit dibelakangnya. Hanya
mereka berdua yang ada di dalam lift itu. Tidak ada pegawai yang lain. Siwon
merasakan kecanggungan yang terjadi antara dia dan lelaki muda itu, yang
menurutnya terlewat dingin.
“ TAHAN LIFT NYAAAA !!
” seorang wanita berambut panjang berlari dengan kecepatan tinggi kearah lift
yang sudah hampir menutup. Mungkin benar kata lelaki tadi tentang Siwon, dia
sedikit lambat dalam berpikir, Siwon hanya melotot terkejut tanpa reaksi
lainnya, sementara sang lelaki muda dengan sigap menahan pintu lift agar tidak
menutup.
Wanita berambut
panjang itu berhasil masuk ke dalam lift dengan nafas terengah-engah.
“ Sunbae,
rambutmu..... Berantakan. “ lagi, sang lelaki muda hanya mengucapkan kalimat pendek
dan singkat, namun tepat tujuan. Wanita itu dengan segera membenarkan rambutnya
kemudian BUK memukul dada lelaki muda
itu pelan, tidak, sepertinya sedikit
keras.
“ Yaak ! Cho
KyuHyun, kau tidak tau sopan santun. Bersikaplah sedikit manis padaku. Ckk..
Entah kenapa hari ini aku bisa bangun kesiangan, aku tidak sempat merapikan
rambutku. “ wanita itu masih berusaha merapikan rambut dengan
menyisir-nyisirnya menggunakan jari-jari tangannya. Lelaki itu, KyuHyun,
mengelus-elus dadanya . Dari suaranya, sepertinya pukulan itu menyisakan rasa
sakit yang .. lumayan . Namun, Kyuhyun masih bertahan dengan wajah dinginnya.
“ Haha, Kau
menyuruhku untuk bersikap manis, sementara Kau sendiri tidak bersikap manis
padaku, LEE JI AH songsaenim …. ” Kyu
menekan kata-katanya di bagian Songsaenim. Dia tau persis jika sunbaenya itu
tidak pernah suka dipanggil Saem ataupun Songsaenim. Dia bilang songsaenim
hanya panggilan untuk orang-orang tua dengan perut gendut dan jenggot panjang. Konyol.
Jiah melotot
kearah Kyu dengan tatapan tidak percaya.
“ Yak, Cho
KyuHyun, NEO .... “ belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Jiah menyadari
bayangan Siwon di dinding lift yang memang terbuat dari kaca. Jiah refleks
menoleh kearah Siwon.
“ Ahh, mianhae,
aku tidak menyadari kehadiran anda semenjak tadi“ Jiah menundukkan kepalanya.
Wajahnya bersemu merah.
Bagaimana tidak, tadi dia sudah lari-lari masuk ke
dalam lift, lalu menyisir-nyisir rambutnya yang berantakan, dan berdebat tidak
penting dengan Kyu, anak buahnya di Tim Penyamaran, dan dengan bodohnya dia
tidak menyadari keberadaan Siwon di dalam lift kecil yang dindingnya bahkan
terbuat dari kaca, seharusnya dia sudah menyadari kehadiran Siwon sejak awal.
Maklum saja, Jiah termasuk orang yang menjaga image-nya dengan baik di depan
orang yang belum dia kenal. Karena dia merupakan salah satu Kepala Tim, maka
dia harus memiliki sikap yang sepantasnya dimiliki oleh semua kepala Tim yang
ada di Jws agensi ini, salah satunya adalah berwibawa, dan dia amat yakin,
sikapnya dia tadi bukan termasuk sikap yang bisa masuk kualifikasi sikap
seorang kepala Tim.
Semoga saja dia tidak tahu bahwa aku adalah Kepala
Tim Penyamaran. Jiah
membatin dalam hati.
Siwon tersenyum
melihat Jiah. Selama pagi ini, hanya Jiah-lah yang menyapanya dengan hangat.
Walaupun sekedar minta maaf, Siwon sudah senang dan sudah cukup untuk
menghilangkan kegugupannya, sedikit.
“ Ah, ne ne,
gwaenchana .. melihat kalian berdua bertengkar seperti itu lumayan menghibur“
Siwon tersenyum dengan cerianya. Jiah salah tingkah. Dia bingung melihat reaksi
Siwon yang sepertinya tidak terganggu dengan sikap dia dan Kyu tadi. Jiah
membalas senyuman Siwon dengan canggung. Dan Kyu, kembali, hanya tersenyum
sinis.
Beruntung lah
kecanggungan itu tidak berlangsung lama. Pintu lift sudah terbuka, mereka sudah sampai di lantai 5, Ruang Tim
Penyamaran. Mereka bertiga
keluar dari lift. Jiah memandangi Siwon dengan bingung. Seingatnya, di lantai 5
hanya ada Ruang Tim Penyamaran, Movie Room, dan Laboratorium Forensik, dan seingatnya
lagi, dia tidak pernah melihat orang lain, selain anak buahnya – tentu saja ,
yang naik ke lantai 5 dalam waktu sepagi ini. Kecuali office boy ataupun cleaning service.
“ Maaf sebelumnya,
apakah anda ada perlu di lantai 5 sehingga ikut keluar disini? Mungkin anda
tersesat atau lupa, tapi di lantai 5 hanya ada ruang … ”
“ Anak buahmu yang
baru Sunbaeeenim … khkhkhkh ” belum selesai Jiah bicara Kyu sudah memotongnya,
ditambah dengan senyum licik khasnya. Jiah semakin melongo.
“ Ahh.. Aku duluan
Sunbaenim, dan kau .. siapa? Ah, lupakan .. See you at work, Annyeong ~~ ” Kyu
membuat gerakan seperti hormat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya,
meninggalkan Jiah dan Siwon.
Perlahan Jiah mulai
paham jika Siwon adalah anggota timnya yang baru. Siwon juga perlahan sadar
bahwa wanita yang ada di hadapannya ini akan ada di tim yang sama dengannya,
dan wanita ini bukanlah wanita biasa.
“ Ahahahaha.. engg.. jadi,
jangan-jangan kau anak baru yang kemarin Sajangnim ceritakan..” Jiah kembali
menyisir-nyisir rambutnya.
Terkadang dia bingung, kenapa dia bisa lupa dengan
hal-hal kecil. Kemarin dengan jelas Jung Woo Sung mengatakan kepada para Kepala
Tim bahwa hari ini masing-masing tim akan kedatangan anggota baru, maksimal 2
orang anggota baru di setiap tim. Dan dia, bisa melupakan hal kecil namun
penting seperti itu.
Neo jinjaa baboyaa Jiahhyaaa, babo babo babo.
“ Ne .. Choi
Siwon imnida, mohon bimbingannya Lee Ji Ah sunbaenim … “ Siwon menjawab dengan tersenyum. Entah, sejak
tadi dia tidak bisa menghilangkan senyum dari wajahnya, terlebih melihat
gerak-gerik Jiah yang teramat sangat terlihat salah tingkah.
“ Haha, kau pasti
tau namaku karena setan kecil itu tadi. Ne, Lee Ji Ah imnida.. Semoga kita bisa
bekerja bersama. Siwon-shi .. Kajja, nanti kita bisa terlambat masuk, nanti aku
akan perkenalkan anggota tim kita satu persatu ..” Jiah yang sudah mulai bisa
menata ekspresi wajah dan wibawanya, menarik tangan Siwon agar segera
mengikutinya.
Siwon, masih
dengan senyumnya, mensejajarkan langkah disamping Jiah. Mereka berjalan
beriringan bersama menuju ruangan mereka.
Musim gugur 2002.
Awal dari semuanya.
***
Hujan.
Darah.
DOOOOR.
Siwooon-aaaahhh...
Kyuhyun-iieeee ....
RyeoNa-yaaaa ...
Ryeowook-iiiiiee
...
“ ANDWAEEEE .... “
Jiah tersadar dari tidurnya dan bangun dengan bermandikan keringat. Wajahnya
pucat pasi, masih terlihat amat lemah, dengan selang infus ditangan kirinya.
Siwon yang sedang
tidur di kursi di samping tempat tidur Jiah terbangun. Begitu juga dengan
Ryeona yang tidur di sofa. Ryeowook dan Kyuhyun masih dengan nyenyaknya tidur
di kasur yang disediakan oleh pihak Rumah sakit untuk para penjaga pasien.
“ Onniee, ada apa? Kau
mimpi buruk Onnie, tenanglah, kami semua disini… ” Ryeona memeluk Jiah dan
mengelus-elus punggung Jiah. Siwon memandang Jiah khawatir, Jiah terlihat
sangat rapuh sekarang, betapa inginnya dia memeluk wanita itu dan mengatakan
bahwa semuanya baik-baik saja.
Jiah menangis di
pelukan Ryeona.
“ Aku, aku.. Aku minta
maaf, apakah kalian semua baik-baik saja? Aku sangat khawatir, ini semua karena
kebodohanku .. ” Jiah tergugu.
“ Sunbaee... Andwaee..
Apa yang kau katakan? Ini
bukan salahmu.. “ Siwon menggenggam tangan Jiah. Lemah. Dingin. Siwon menahan
airmatanya agar tidak keluar.
Wanita macam apa dia? Tidak peduli pada kondisi
tubuhnya sendiri. Selalu mengkhawatirkan kami. Ahh.. Sunbae, aku ingin menjadi pelindungmu. Siwon menggenggam tangan Jiah lebih erat.
“ Onnie,benar kata
Siwon Oppa, ini bukan salah Onnie,tidak,Onnie tidak salah sedikitpun.. Kami
baik-baik saja. Aku, Siwon oppa, Kyu oppa, juga Wookie, semuanya baik-baik
saja. Onnie tidak perlu mengkhawatirkan kami“
Ryeona ikut menangis. Betapa Jiah menyayangi mereka semua sehingga
ketika dia terluka parah pun masih bisa mengkhawatirkan anggotanya yang hanya
luka ringan.
“ Tunggu sebentar
Onnie, aku akan panggilkan dokter untuk memeriksa luka Onnie.. Siwon Oppa,
tetaplah disini..“ setelah yakin bahwa Jiah sudah lebih tenang, Ryeona melepas
pelukannya dan memutuskan untuk memanggil dokter yang bertanggung jawab atas
Jiah. Siwon mengangguk, masih menggenggam tangan dingin Jiah.
“ Tenanglah
sunbae .. Kami selalu ada bersama sunbae.. “ Siwon tersenyum tulus ke arah
Jiah, memberikan tatapan hangat yang menenangkan. Dia tahu Jiah masih sangat
terguncang. Jiah balas tersenyum.
Manis.
Melihatmu tersenyum sekarang benar benar
melegakan.
“ Gomawoyo,
Siwon-ah, aku hanyaa.. “
“ Sshhh ..
berhentilah menyalahkan dirimu sunbae. Kau hanya akan membuat kita sedih jika
kau terus menyalahkan dirimu seperti ini, bukankah kau tidak mau melihat kami
sedih. Jadi, mulai sekarang, berjanjilah untuk tidak menyalahkan dirimu sendiri
sunbae. Kami bersamamu. “ Siwon menatap mata Jiah lebih dalam. Jiah terdiam dan
hanya menggangguk.
Lemah, tapi pasti.
Entah mengapa, Jiah selalu merasa nyaman
jika bersama Siwon.
Siwon sepertinya selalu tahu masalah-masalah apa yang dia
rasakan dan selalu memberinya kekuatan. Walau Siwon lebih muda 3 tahun darinya,
dia merasa Siwonlah yang paling dewasa di Timnya.
Dia senang ketika
Siwon sudah menggenggam tangannya.
Menepuk bahunya ketika dia lelah. Menatap
matanya dengan tatapan hangat. Dan dia selalu berharap, Siwon selalu ada di
dekatnya.
Egois memang.
Tapi, Siwon selalu membuatnya merasa berbeda.
Siwon tersenyum,
lagi, masih menggenggam tangan dan menatap dalam mata Jiah.
Sunbae, aku benar-benar ingin menjadi pelindungmu.
Terus menggenggam tangan dinginmu, hingga kembali hangat. Mengusap airmatamu.
Memelukmu ketika sedih. Meminjamkan bahuku untuk bersandar. Bolehkah aku
berharap sunbae? Bolehkah?
***
Hari sebelumnya..
Tidak terasa
sudah hampir 2 tahun Siwon bekerja di JWS Agensi sebagai anggota Tim
Penyamaran. Dia merasa sudah menyatu dengan pekerjaannya ini. Tidak ada
pekerjaan lain yang dia rasa cocok untuknya selain pekerjaan ini. Dia juga
seolah menemukan keluarga baru disini.
“ Yak Ryeona ya
... Aku kan sudah bilang belikan yakisoba ! Roti jjang ini.. aish, aku tidak mau makan !!“ Ryeowook, lagi-lagi,
komplain tentang roti , dan yang membuat Siwon tidak habis pikir setelah 2
tahun bekerja bersama mereka adalah, mengapa Ryeona selalu salah membelikan
roti untuk Ryeowook.
Padahal Ryeowook sudah jelas dalam memberikan order.
Mungkin Ryeona memang ingin mendengar suara Ryeowook yang cempreng itu mengisi
sudut-sudut ruang kerja mereka.
Kim Ryeowook dan Kim
Ryeona. Dua kembar identik,
mungkin hanya jenis kelamin dan kepribadian yang membedakan mereka. Ryeona,
sang kakak yang lahir 10 menit lebih awal itu lebih pendiam jika dibandingkan
dengan Ryeowook sang adik yang terbilang sangat cerewet untuk ukuran lelaki.
Tidak hanya ahli
dalam menyamar, mereka juga ahli dalam bidang-bidang lainnya, kecuali beladiri.
Segala macam attribut penyamaran, mulai dari topeng kulit super tipis,
baju-baju, pola tinggi badan, berat badan, lekuk-lekuk tubuh , merekalah yang
bertanggung jawab, dan semua bisa mereka estimasikan dengan sempurna.
“ Sini !! “ tiba-tiba
Kyu sudah merampas roti jjang dari tangan Ryeowook.
“ Aishh, Jinjja, Cho
Kyuhyun ! ” Ryeowook berdiri dari kursinya dan berusaha merebut rotinya
kembali. Walau dia tidak suka dengan roti saus jjang itu, dia terpaksa
memakannya. Perutnya sudah lapar sebelum waktunya. Dia memang sering kelaparan bahkan jauh sebelum
waktu makan siang. Mungkin otaknya terlalu sering dibuat berfikir sehingga
nutrisi-nutrisi makanan cepat habis dan lambung harus cepat diisi kembali.
“ MWOO?? NEO LITTLEE
LITTLEE CHIBI RYEOWOOKIE MEMANGGILKU CHO KYUHYUN!! “ Kyu sudah melepaskan roti
jjang dari genggamannya dan sekarang dua tangannya sudah mencubit pipi
Ryeowook.
Hingga merah.
Cho Kyuhyun. Orang
yang sedikit aneh. Sangat suka dihormati, bukan suka, terobsesi.
Jika ada orang yang lebih muda darinya, bahkan jika hanya
sehari, memanggilnya tanpa embel-embel ‘hyung‘ atau ‘sunbae‘ dia pasti akan
berubah sinis dan lebih parah, jika kau sudah dekat dengannya, dia akan tanpa
ragu menyiksamu, sampai kau memanggilnya ‘hyung!‘. Ryeowook bukti nyatanya.
Kyuhyun setahun lebih
tua dari Ryeowook dan Ryeona. Sebagai anggota yang paling muda di skuad
penyamaran, si kembar Kim sering menjadi bahan pem ‘bully’an Kyu.
Kyuhyun anggota tim
penyamaran yang pintarnya luar biasa. Dia merupakan juara Olimpiade Matematika
dunia selama 2 tahun berturut-turut. Ahli, sangat ahli dalam bermain game, dan
dengan bangga dia berkata bahwa karena itulah dia pintar menyusun strategi
lapangan ketika mereka terjun ke lokasi kejahatan. Bisa dibilang Kyuhyun adalah
otak dari tim penyamaran. Sebagian besar strategi lapangan dialah yang
merancang, dan hebatnya semua strategi yang dia buat sejauh ini berhasil 100%.
Kyu tidak mengenal kata gagal di kamus kehidupannya. Dan karena itulah dia
sangat ambisius dan sedikit angkuh, menjadi nomor 1 adalah motto hidupnya.
Walau
banyak sifatnya yang menjengkelkan, semua anggota tim penyamaran sudah mengenal
Kyu dengan baik, termasuk Siwon, yang bisa dibilang anggota baru mereka. Mereka
tidak pernah mempermasalahkan sifat Kyu yang sedikit ‘aneh ’ dan ‘keterlaluan’
itu, karena mereka satu tim, sebuah tim dibentuk dari kepribadian yang
berbeda-beda, tidak mungkin semua bersifat sama, dan Kyu, adalah pembeda
diantara mereka, juga pembuat keributan , selain Ryeowook dan Ryeona.
“ Hey, lihat apa yang
kubawa untuk kalian ..” Jiah tiba-tiba masuk membawa dua kardus besar sehingga
kepalanya tidak terlihat. Kyu dan Ryeowook yang sedang adu kekuatan dengan
mencubit pipi satu sama lain mematung terpana kearah Jiah. Siwon dengan cekatan segera membantu Jiah
menurunkan kardus-kardus itu. Ryeona berlutut berusaha membantu membuka kardus
tersebut.
“ Onnie, apa ini?
“ Ryeona bertanya sembari melepaskan selotip yang menyegel kardus-kardus itu.
Kyu dan Ryeowook sudah kembali ke alam nyata dan sekarang sudah ikut membantu
Ryeona melepaskan selotip-selotip itu. Jiah tidak menjawab, dia duduk di kursinya,
masih berusaha mengatur nafas.
“ Sunbaee .. “ Siwon
menyodorkan segelas air putih dingin kepada Jiah. Jiah meraihnya sambil
tersenyum lalu meneguknya hingga habis. Membawa kardus-kardus besar itu dari
lantai 3 amat melelahkan, walau dia sudah menggunakan lift.
“ Gomawoyo Siwon-ah,
ah, kardus itu tadi Sajangnim yang memberikan, entah apa isinya, Jung Woo Sung
Sajangnim tidak menjawab ketika aku bertanya apa isinya, dia hanya tersenyum
senyum, dasar orang aneh “ menyadari tatapan meminta jawaban dari Ryeona, Jiah
segera menjawab pertanyaan Ryeona tadi.
“ Saem, kau yakin
kan isinya tidak berbahaya.. “ Kyu
menatap Jiah curiga, dia berhenti melepaskan selotip-selotip itu.
“ Yak, Kyunnie ! Kau
memang benar –benar, haissh, kau pikir Sajangnim mau membahayakan kita? Tentu
saja tidak! Dan jangan memanggilku saem ! ” tangannya mendarat di kepala Kyu.
Entah apa yang membuat Kyu begitu keras kepala. Walau sudah diperingatkan
berkali-kali untuk tidak memanggilnya Saem, tetap saja tanpa rasa takut
sedikitpun Kyu masih memanggilnya Saem atau Songsaenim, berkali-kali.
Kyu mengelus
kepalanya .
Ryeowook terkikik geli. Kyu menyadari Ryeowook menertawakannya dan
langsung memberi tatapan menyeramkan kepada Ryeowook, Ryeowook pura-pura tidak
melihat.
Hanya Ryeona yang masih serius membuka kardus itu tanpa terganggu
apapun, sementara Siwon hanya mengawasi sambil melipat kedua tangannya.
Kardus itu
terbuka. Ternyata di dalam kardus itu masih terdapat banyak bungkusan-bungkusan
yang masih harus mereka buka lagi. Mereka saling menatap satu sama lain.
Bingung.
“ Apakah tidak
ada nama pengirimnya?“ setelah lama diam Siwon akhirnya buka suara.
“ Jika ada,
daritadi kita tidak akan bingung Hyung.. ” Kyu menimpali dengan nada datar.
Hening sejenak. Mereka
ragu untuk membukanya atau tidak. Jiah memberanikan diri mengambil satu
bungkusan yang paling kecil.
“ Ah, tepat sekali !
Aku datang di saat yang tepat.. ” sebuah suara mengagetkan mereka. Jung Woo
Sung, pemilik kantor ini, atau bisa dibilang atasan mereka, memasuki ruangan.
Seluruh anggota tim penyamaran refleks menundukkan badan dan memberi salam. Woo Sung menepuk-nepuk pundak Siwon, orang
yang terdekat jangkauannya dari dia.
“ Sajangnim,
sebenarnya bungkusan-bungkusan ini apa? Dan.. dari siapa? Anda yakin kan ini
tidak berbahaya? “ kembali, Kyu bertanya kepada Woo Sung, pertanyaan yang tadi ditujukan
kepada Jiah.
Jung Woo Sung
tersenyum tipis.
“ Itu dari
penggemar-penggemar kalian, masih ingat kalian terakhir kali menyamar sebagai
apa? “ Woo Sung memainkan koin digenggamannya. Dan dia kembali tersenyum demi
melihat ekspresi wajah anggota tim penyamaran yang berubah menjadi kebingungan
karena berusaha mengingat.
“ Kalian masih
ingat, kalian menyamar menjadi anak band yang berhasil menyedot perhatian
publik, lalu tiba-tiba menghilang karena kasus itu ternyata berhasil dipecahkan
lebih cepat dari perkiraan dan rencana.. Ingat? Dan kau, Choi Siwon,
penggemarmu paling banyak, hahaahaa.. “ Jung Woo Sung kembali menepuk-nepuk
pundak Siwon.
Wajah mereka
berlima berubah menjadi sangat merah. Bagi mereka penyamaran mereka saat itu merupakan penyamaran yang paling
memalukan.
“ Dan ini hadiah yang
dikirimkan dari para fans untuk kalian, semua ini dikirimkan ke Starment
Entertainment, tempat kita bekerjasama. Para fans bepikir jika kalian benar-benar artis binaan Starment, makanya
mereka mengirimkan ini kesana. Sebenarnya masih banyak barang lainnya, tapi
mereka bilang mereka kirimkan dua kardus ini dulu, yang lain nanti menyusul..”
sembari menjelaskan, Woo Sung menimang nimang satu bungkusan dan mencoba
memperkirakan apa isinya dengan menggoncang-goncangkan bungkusan itu.
Melihat anak buahnya
hanya diam Woo Sung tertawa.
“ Waeyoo?? Kenapa
kalian diam saja, khukhukhu… ”
“ Kami bingung
Sajangnim, itu penyamaran teraneh yang pernah kami lakukan dan kami malah
mendapatkan ..... “ Ryeona memilin-milin roknya sembari menatap
bungkusan-bungkusan itu.
“ Aku masih ingat
betapa bodohnya aku bermain gitar saat itu, dan ketika melihat rekaman
penampilan kita saat itu, Ya Tuhaan .. “ Ryeowook juga ikut-ikutan menatap
bungkusan-bungkusan itu sambil sesekali menggaruk-garuk kepalanya.
“ Dan itu bukan
strategi buatanku, makanya tidak berjalan dengan mulus.. “ dengan wajah serius
Kyu menggeleng-gelengkan kepalanya.
“ Yak ! Apa-apaan
kalian bertiga, yang penting semuanya sudah berlalu, kita tinggal melupakannya
saja, lagipula, kapan lagi bisa dapat bungkusan gratis seperti ini.. “ Siwon
merangkul Ryeona dan Ryeowook, juga mencolek Kyu. Jiah tersenyum.
“ Neee ... Benar,
kedepannya kita akan menyamar menjadi orang yang lebih aneh lagi, yang kemarin
itu hanya batu-batu kecil.. Bisa
saja nanti kita menyamar menjadi pelawak, atlit, atau.. bahkan ... “ Jiah ragu
mau melanjutkan kata-katanya, lebih baik tidak dilanjutkan (pembaca silahkan
menebak apa yang dipikirkan Jiah,wkwkwkwk).
“ Benar, kalianlah
yang terpilih menjadi tim penyamaran, sulit bukan, kalian harus berani malu ,
hanya orang-orang berjiwa besarlah yang bisa melakukannya, dan itulah kalian..
Memang sulit, tapi bukan berarti kalian tidak bisa melakukannya.. “ Jung woo
sung berusaha menguatkan lima pemuda itu.
Mereka berlima
tersenyum kearah Jung Woo Sung, merasa beruntung bisa diterima bekerja di
kantornya dan menjadi pegawainya. Jung
Woo Sung sosok yang sempurna bagi mereka semua.Tampan, pintar,
tenang, sabar, humoris, semua sifat ada di dalam diri JWS. Dan yang paling
penting, dia tidak pernah sombong dan selalu mau berbagi ilmu dengan
pegawai-pegawainya.
“ Kamsahamnida
Sajangnim.. Kami akan selalu bersemangat dan akan terus memperbaiki diri, kami
akan terus melakukan yang terbaik “ Jiah menatap JWS dengan tatapan penuh
semangat, diikuti anggukan mantap oleh 4 orang lainnya.
“ Kaulah Kaptennya,
Lee Jiah-shii .. dan aku selalu percaya padamu.. “ JWS memegang pundak Jiah,
membuat Jiah terkejut, namun tetap tersenyum semangat.
“ Baiklah, aku pergi
dulu, ahh.. dan aku hampir saja lupa, nanti setelah makan siang, akan diadakan
rapat besar, semua orang diharapkan datang, kita akan membahas kasus yang
besar, tadi kepolisian baru saja mengontakku sebelum aku kemari, kasus ini
benar-benar besar, dan aku mohon kalian mempersiapkan diri... “ tiba-tiba raut
wajah JWS berubah menjadi serius.
“ NE SAJANGNIM KAMI
MENGERTI ..“ mereka berlima serempak menjawab.
“ waaaah waah .. Ini
dia tim penyamaran terhebat kita, hha hha .. OK, See you later “ perlahan Jung
Woo Sung meninggalkan ruangan tim penyamaran.
Mereka semua tidak
sabar.
Kasus baru menanti .. !
***
To Be Continued
FF ini bakal terlalu panjang kalo dipost langsung semua (=__=)
Aku emang gak bakat bikin cerpen hoaaahmm
(masih dalam hiatus mode ON)
Semangaaaaatt
Tikaaa
@Atikaachan
No comments:
Post a Comment