Tuesday, November 8, 2011

Autumn,I love you . . . (2JH) (JUDUL ANEH)


PART 1 dari beberapa PART lainnya ..
Just enjoy..
kritik dan saran (tidak) dinanti *maksa*


Sudah 2 jam lebih Siwon mondar mandir di depan kantor itu. Dia bingung bagaimana dia harus memulai hari kerja pertamanya itu. Dia tidak berani masuk. Bendera dengan logo JWS yang sudah dipoles dengan desain grafis yang menawan berkibar di halaman kantor itu. Kantor detektif JWS . 



JWS atau Jung Woo Sung adalah seorang detektif ternama di Korea. Dia membuka agensi mandiri,  terpisah dengan kepolisian. Para penyidik dari kepolisian Korea kerap meminta bantuan untuk memecahkan kasus kepada JWS agensi. Berbagai kasus telah mereka tangani, mulai dari kasus kecil hingga yang mencakup skala nasional. Maka dari itulah, Jung Woo Sung, founder sekaligus pemilik dari Jws agensi ini mendapat banyak penghargaan dari pemerintah. Pihak kepolisian di Korea pun telah mengkontrak Jws agensi untuk bekerja sama untuk membantu terpecahkannya suatu kasus.

Setelah melalui beragam tes, Siwon berhasil diterima di JWS agensi sebagai salah satu anggota Tim penyamaran. Tim penyamaran merupakan sub-tim dari tim investigasi yang hanya berfokus pada kegiatan penyamaran. 

Tim penyamaran memiliki pengaruh yang sangat besar dalam terpecahkannya suatu kasus. Mereka membantu tim penyidik untuk menyamar dan membantu mengumpulkan petunjuk-petunjuk juga bukti bukti yang memudahkan tim investigasi untuk memecahkan kasus tersebut. Tim Penyamaran tentu saja tak bisa diremehkan. Mereka masuk ke dalam jajaran staff elit yang ada di JWS agensi. Di tim inilah Siwon akan mengerahkan seluruh kemampuannya.

Setelah lama berkutat dengan kegugupannya, Siwon memberanikan diri untuk masuk ke dalam Kantor Jws Agensi. Sudah berkali-kali dia keluar masuk kantor ini, terutama ketika dia harus bolak balik mengikuti berbagai macam tes, namun tetap saja, jantungnya berdebar lebih kencang ketika kaki kanannya resmi memasuki bangunan megah itu. Semua hal yang ada di kantor itu selalu saja membuatnya ‘excited‘.

Siwon berhenti sejenak si depan peta yang menunjukkan denah lokasi Jws Agensi secara lengkap. Dia lebih senang mencari sendiri ruang kerjanya daripada harus bertanya kepada dua resepsionis cantik yang ada di front office.

Ketemu. Ruang Tim Penyamaran, lantai 5 .

Siwon berjalan perlahan menuju Lift, beberapa lelaki berpakaian rapi lewat di depannya. Siwon menunduk dan tersenyum tipis, mereka balas menundukkan kepala dan kembali melanjutkan percakapan mereka. Siwon menekan angka 5 yang ada di deretan tombol-tombol Lift itu, bersamaan dengan seorang lelaki yang tingginya hampir sama dengannya. Lelaki itu juga menekan tombol 5. Siwon refleks menoleh. Lelaki itu juga menoleh kearah Siwon.
Lelaki muda berkacamata dengan wajah angkuh tanpa senyum itu juga menuju lantai 5. Siwon tersenyum.

“ Annyeong Haseyo ” Siwon menganggukkan kepalanya kearah lelaki muda itu.

“ Kau ya, anggota baru kami? Atau bukan?“ lelaki muda itu masih bertahan dengan wajah angkuhnya, bertanya kepada Siwon sembari menghirup kopi yang ada di tangannya. Tanpa membalas salam dari Siwon, dia langsung bertanya. Straight forward.

Siwon terkesiap. Bagaimana dia bisa tahu?

“ Ne,aku anggota baru di kantor ini, dan aku anggota tim penyamaran, anda? “ Siwon bertanya dengan antusias. Lelaki itu tersenyum kecut, masih menghirup kopinya.

“ Kau sepertinya sedikit lambat dalam berpikir, sebaiknya kau pikirkan kembali pertanyaan awalku tadi ..“ dengan gaya cool-nya, lelaki itu membenarkan kacamatanya. Siwon mengerutkan keningnya mencoba mencerna maksud lelaki itu.

Ting.

Pintu lift terbuka. Lelaki muda itu masuk terlebih dahulu, Siwon menguntit dibelakangnya. Hanya mereka berdua yang ada di dalam lift itu. Tidak ada pegawai yang lain. Siwon merasakan kecanggungan yang terjadi antara dia dan lelaki muda itu, yang menurutnya terlewat dingin.

“ TAHAN LIFT NYAAAA !! ” seorang wanita berambut panjang berlari dengan kecepatan tinggi kearah lift yang sudah hampir menutup. Mungkin benar kata lelaki tadi tentang Siwon, dia sedikit lambat dalam berpikir, Siwon hanya melotot terkejut tanpa reaksi lainnya, sementara sang lelaki muda dengan sigap menahan pintu lift agar tidak menutup.
Wanita berambut panjang itu berhasil masuk ke dalam lift dengan nafas terengah-engah.

“ Sunbae, rambutmu..... Berantakan. “ lagi, sang lelaki muda hanya mengucapkan kalimat pendek dan singkat, namun tepat tujuan. Wanita itu dengan segera membenarkan rambutnya kemudian BUK memukul dada lelaki muda itu pelan, tidak,  sepertinya sedikit keras.

“ Yaak ! Cho KyuHyun, kau tidak tau sopan santun. Bersikaplah sedikit manis padaku. Ckk.. Entah kenapa hari ini aku bisa bangun kesiangan, aku tidak sempat merapikan rambutku. “ wanita itu masih berusaha merapikan rambut dengan menyisir-nyisirnya menggunakan jari-jari tangannya. Lelaki itu, KyuHyun, mengelus-elus dadanya . Dari suaranya, sepertinya pukulan itu menyisakan rasa sakit yang .. lumayan . Namun, Kyuhyun masih bertahan dengan wajah dinginnya.

“ Haha, Kau menyuruhku untuk bersikap manis, sementara Kau sendiri tidak bersikap manis padaku, LEE JI AH songsaenim …. ” Kyu menekan kata-katanya di bagian Songsaenim. Dia tau persis jika sunbaenya itu tidak pernah suka dipanggil Saem ataupun Songsaenim. Dia bilang songsaenim hanya panggilan untuk orang-orang tua dengan perut gendut dan jenggot panjang. Konyol.
Jiah melotot kearah Kyu dengan tatapan tidak percaya.

“ Yak, Cho KyuHyun, NEO .... “ belum sempat menyelesaikan kata-katanya, Jiah menyadari bayangan Siwon di dinding lift yang memang terbuat dari kaca. Jiah refleks menoleh kearah Siwon.

“ Ahh, mianhae, aku tidak menyadari kehadiran anda semenjak tadi“ Jiah menundukkan kepalanya. 
Wajahnya bersemu merah. 
Bagaimana tidak, tadi dia sudah lari-lari masuk ke dalam lift, lalu menyisir-nyisir rambutnya yang berantakan, dan berdebat tidak penting dengan Kyu, anak buahnya di Tim Penyamaran, dan dengan bodohnya dia tidak menyadari keberadaan Siwon di dalam lift kecil yang dindingnya bahkan terbuat dari kaca, seharusnya dia sudah menyadari kehadiran Siwon sejak awal.
Maklum saja, Jiah termasuk orang yang menjaga image-nya dengan baik di depan orang yang belum dia kenal. Karena dia merupakan salah satu Kepala Tim, maka dia harus memiliki sikap yang sepantasnya dimiliki oleh semua kepala Tim yang ada di Jws agensi ini, salah satunya adalah berwibawa, dan dia amat yakin, sikapnya dia tadi bukan termasuk sikap yang bisa masuk kualifikasi sikap seorang kepala Tim.

Semoga saja dia tidak tahu bahwa aku adalah Kepala Tim Penyamaran. Jiah membatin dalam hati.

Siwon tersenyum melihat Jiah. Selama pagi ini, hanya Jiah-lah yang menyapanya dengan hangat. Walaupun sekedar minta maaf, Siwon sudah senang dan sudah cukup untuk menghilangkan kegugupannya, sedikit.

“ Ah, ne ne, gwaenchana .. melihat kalian berdua bertengkar seperti itu lumayan menghibur“ Siwon tersenyum dengan cerianya. Jiah salah tingkah. Dia bingung melihat reaksi Siwon yang sepertinya tidak terganggu dengan sikap dia dan Kyu tadi. Jiah membalas senyuman Siwon dengan canggung. Dan Kyu, kembali, hanya tersenyum sinis.

Beruntung lah kecanggungan itu tidak berlangsung lama. Pintu lift sudah terbuka, mereka sudah sampai di lantai 5, Ruang Tim Penyamaran. Mereka bertiga keluar dari lift. Jiah memandangi Siwon dengan bingung. Seingatnya, di lantai 5 hanya ada Ruang Tim Penyamaran, Movie Room, dan Laboratorium Forensik, dan seingatnya lagi, dia tidak pernah melihat orang lain, selain anak buahnya – tentu saja , yang naik ke lantai 5 dalam waktu sepagi ini. Kecuali office boy ataupun cleaning service.

“ Maaf sebelumnya, apakah anda ada perlu di lantai 5 sehingga ikut keluar disini? Mungkin anda tersesat atau lupa, tapi di lantai 5 hanya ada ruang … ”

“ Anak buahmu yang baru Sunbaeeenim … khkhkhkh ” belum selesai Jiah bicara Kyu sudah memotongnya, ditambah dengan senyum licik khasnya. Jiah semakin melongo.

“ Ahh.. Aku duluan Sunbaenim, dan kau .. siapa? Ah, lupakan .. See you at work, Annyeong ~~ ” Kyu membuat gerakan seperti hormat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya, meninggalkan Jiah dan Siwon.

Perlahan Jiah mulai paham jika Siwon adalah anggota timnya yang baru. Siwon juga perlahan sadar bahwa wanita yang ada di hadapannya ini akan ada di tim yang sama dengannya, dan wanita ini bukanlah wanita biasa.

“ Ahahahaha.. engg.. jadi, jangan-jangan kau anak baru yang kemarin Sajangnim ceritakan..” Jiah kembali menyisir-nyisir rambutnya.
Terkadang dia bingung, kenapa dia bisa lupa dengan hal-hal kecil. Kemarin dengan jelas Jung Woo Sung mengatakan kepada para Kepala Tim bahwa hari ini masing-masing tim akan kedatangan anggota baru, maksimal 2 orang anggota baru di setiap tim. Dan dia, bisa melupakan hal kecil namun penting seperti itu.

Neo jinjaa baboyaa Jiahhyaaa, babo babo babo.

“ Ne .. Choi Siwon imnida, mohon bimbingannya Lee Ji Ah sunbaenim … “ Siwon menjawab dengan tersenyum. Entah, sejak tadi dia tidak bisa menghilangkan senyum dari wajahnya, terlebih melihat gerak-gerik Jiah yang teramat sangat terlihat salah tingkah.

“ Haha, kau pasti tau namaku karena setan kecil itu tadi. Ne, Lee Ji Ah imnida.. Semoga kita bisa bekerja bersama. Siwon-shi .. Kajja, nanti kita bisa terlambat masuk, nanti aku akan perkenalkan anggota tim kita satu persatu ..” Jiah yang sudah mulai bisa menata ekspresi wajah dan wibawanya, menarik tangan Siwon agar segera mengikutinya.
Siwon, masih dengan senyumnya, mensejajarkan langkah disamping Jiah. Mereka berjalan beriringan bersama menuju ruangan mereka.

Musim gugur 2002.

Awal dari semuanya.

***

Hujan.

Darah.

DOOOOR.

Siwooon-aaaahhh...

Kyuhyun-iieeee ....

RyeoNa-yaaaa ...

Ryeowook-iiiiiee ...

“ ANDWAEEEE .... “ Jiah tersadar dari tidurnya dan bangun dengan bermandikan keringat. Wajahnya pucat pasi, masih terlihat amat lemah, dengan selang infus ditangan kirinya.
Siwon yang sedang tidur di kursi di samping tempat tidur Jiah terbangun. Begitu juga dengan Ryeona yang tidur di sofa. Ryeowook dan Kyuhyun masih dengan nyenyaknya tidur di kasur yang disediakan oleh pihak Rumah sakit untuk para penjaga pasien.

“ Onniee, ada apa? Kau mimpi buruk Onnie, tenanglah, kami semua disini… ” Ryeona memeluk Jiah dan mengelus-elus punggung Jiah. Siwon memandang Jiah khawatir, Jiah terlihat sangat rapuh sekarang, betapa inginnya dia memeluk wanita itu dan mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja.

Jiah menangis di pelukan Ryeona.

“ Aku, aku.. Aku minta maaf, apakah kalian semua baik-baik saja? Aku sangat khawatir, ini semua karena kebodohanku .. ” Jiah tergugu.

“ Sunbaee... Andwaee.. Apa yang kau katakan? Ini bukan salahmu.. “ Siwon menggenggam tangan Jiah. Lemah. Dingin. Siwon menahan airmatanya agar tidak keluar.
Wanita macam apa dia? Tidak peduli pada kondisi tubuhnya sendiri. Selalu mengkhawatirkan kami. Ahh..  Sunbae, aku ingin menjadi pelindungmu. Siwon menggenggam tangan Jiah lebih erat.

“ Onnie,benar kata Siwon Oppa, ini bukan salah Onnie,tidak,Onnie tidak salah sedikitpun.. Kami baik-baik saja. Aku, Siwon oppa, Kyu oppa, juga Wookie, semuanya baik-baik saja. Onnie tidak perlu mengkhawatirkan kami“  Ryeona ikut menangis. Betapa Jiah menyayangi mereka semua sehingga ketika dia terluka parah pun masih bisa mengkhawatirkan anggotanya yang hanya luka ringan.

“ Tunggu sebentar Onnie, aku akan panggilkan dokter untuk memeriksa luka Onnie.. Siwon Oppa, tetaplah disini..“ setelah yakin bahwa Jiah sudah lebih tenang, Ryeona melepas pelukannya dan memutuskan untuk memanggil dokter yang bertanggung jawab atas Jiah. Siwon mengangguk, masih menggenggam tangan dingin Jiah.

“ Tenanglah sunbae .. Kami selalu ada bersama sunbae.. “ Siwon tersenyum tulus ke arah Jiah, memberikan tatapan hangat yang menenangkan. Dia tahu Jiah masih sangat terguncang. Jiah balas tersenyum.

Manis.

Melihatmu tersenyum sekarang benar benar melegakan.

“ Gomawoyo, Siwon-ah, aku hanyaa.. “

“ Sshhh .. berhentilah menyalahkan dirimu sunbae. Kau hanya akan membuat kita sedih jika kau terus menyalahkan dirimu seperti ini, bukankah kau tidak mau melihat kami sedih. Jadi, mulai sekarang, berjanjilah untuk tidak menyalahkan dirimu sendiri sunbae. Kami bersamamu. “ Siwon menatap mata Jiah lebih dalam. Jiah terdiam dan hanya menggangguk. 
Lemah, tapi pasti. 
Entah mengapa, Jiah selalu merasa nyaman jika bersama Siwon.
Siwon sepertinya selalu tahu masalah-masalah apa yang dia rasakan dan selalu memberinya kekuatan. Walau Siwon lebih muda 3 tahun darinya, dia merasa Siwonlah yang paling dewasa di Timnya.
Dia senang ketika Siwon sudah menggenggam tangannya. 
Menepuk bahunya ketika dia lelah. Menatap matanya dengan tatapan hangat. Dan dia selalu berharap, Siwon selalu ada di dekatnya. 

Egois memang. 

Tapi, Siwon selalu membuatnya merasa berbeda.

Siwon tersenyum, lagi, masih menggenggam tangan dan menatap dalam mata Jiah.

Sunbae, aku benar-benar ingin menjadi pelindungmu. Terus menggenggam tangan dinginmu, hingga kembali hangat. Mengusap airmatamu. Memelukmu ketika sedih. Meminjamkan bahuku untuk bersandar. Bolehkah aku berharap sunbae? Bolehkah?

***
Hari sebelumnya..

Tidak terasa sudah hampir 2 tahun Siwon bekerja di JWS Agensi sebagai anggota Tim Penyamaran. Dia merasa sudah menyatu dengan pekerjaannya ini. Tidak ada pekerjaan lain yang dia rasa cocok untuknya selain pekerjaan ini. Dia juga seolah menemukan keluarga baru disini.

“ Yak Ryeona ya ... Aku kan sudah bilang belikan yakisoba ! Roti jjang ini.. aish, aku tidak mau makan !!“ Ryeowook, lagi-lagi, komplain tentang roti , dan yang membuat Siwon tidak habis pikir setelah 2 tahun bekerja bersama mereka adalah, mengapa Ryeona selalu salah membelikan roti untuk Ryeowook. 
Padahal Ryeowook sudah jelas dalam memberikan order. Mungkin Ryeona memang ingin mendengar suara Ryeowook yang cempreng itu mengisi sudut-sudut ruang kerja mereka.

Kim Ryeowook dan Kim Ryeona. Dua kembar identik, mungkin hanya jenis kelamin dan kepribadian yang membedakan mereka. Ryeona, sang kakak yang lahir 10 menit lebih awal itu lebih pendiam jika dibandingkan dengan Ryeowook sang adik yang terbilang sangat cerewet untuk ukuran lelaki.

Tidak hanya ahli dalam menyamar, mereka juga ahli dalam bidang-bidang lainnya, kecuali beladiri. Segala macam attribut penyamaran, mulai dari topeng kulit super tipis, baju-baju, pola tinggi badan, berat badan, lekuk-lekuk tubuh , merekalah yang bertanggung jawab, dan semua bisa mereka estimasikan dengan sempurna.

“ Sini !! “ tiba-tiba Kyu sudah merampas roti jjang dari tangan Ryeowook.

“ Aishh, Jinjja, Cho Kyuhyun ! ” Ryeowook berdiri dari kursinya dan berusaha merebut rotinya kembali. Walau dia tidak suka dengan roti saus jjang itu, dia terpaksa memakannya. Perutnya sudah lapar sebelum waktunya. Dia memang sering kelaparan bahkan jauh sebelum waktu makan siang. Mungkin otaknya terlalu sering dibuat berfikir sehingga nutrisi-nutrisi makanan cepat habis dan lambung harus cepat diisi kembali.

“ MWOO?? NEO LITTLEE LITTLEE CHIBI RYEOWOOKIE MEMANGGILKU CHO KYUHYUN!! “ Kyu sudah melepaskan roti jjang dari genggamannya dan sekarang dua tangannya sudah mencubit pipi Ryeowook. 
Hingga merah.

Cho Kyuhyun. Orang yang sedikit aneh. Sangat suka dihormati, bukan suka, terobsesi.
Jika ada orang yang lebih muda darinya, bahkan jika hanya sehari, memanggilnya tanpa embel-embel ‘hyung‘ atau ‘sunbae‘ dia pasti akan berubah sinis dan lebih parah, jika kau sudah dekat dengannya, dia akan tanpa ragu menyiksamu, sampai kau memanggilnya ‘hyung!‘. Ryeowook bukti nyatanya.

Kyuhyun setahun lebih tua dari Ryeowook dan Ryeona. Sebagai anggota yang paling muda di skuad penyamaran, si kembar Kim sering menjadi bahan pem ‘bully’an Kyu.

Kyuhyun anggota tim penyamaran yang pintarnya luar biasa. Dia merupakan juara Olimpiade Matematika dunia selama 2 tahun berturut-turut. Ahli, sangat ahli dalam bermain game, dan dengan bangga dia berkata bahwa karena itulah dia pintar menyusun strategi lapangan ketika mereka terjun ke lokasi kejahatan. Bisa dibilang Kyuhyun adalah otak dari tim penyamaran. Sebagian besar strategi lapangan dialah yang merancang, dan hebatnya semua strategi yang dia buat sejauh ini berhasil 100%. Kyu tidak mengenal kata gagal di kamus kehidupannya. Dan karena itulah dia sangat ambisius dan sedikit angkuh, menjadi nomor 1 adalah motto hidupnya. 

Walau banyak sifatnya yang menjengkelkan, semua anggota tim penyamaran sudah mengenal Kyu dengan baik, termasuk Siwon, yang bisa dibilang anggota baru mereka. Mereka tidak pernah mempermasalahkan sifat Kyu yang sedikit ‘aneh ’ dan ‘keterlaluan’ itu, karena mereka satu tim, sebuah tim dibentuk dari kepribadian yang berbeda-beda, tidak mungkin semua bersifat sama, dan Kyu, adalah pembeda diantara mereka, juga pembuat keributan , selain Ryeowook dan Ryeona.

“ Hey, lihat apa yang kubawa untuk kalian ..” Jiah tiba-tiba masuk membawa dua kardus besar sehingga kepalanya tidak terlihat. Kyu dan Ryeowook yang sedang adu kekuatan dengan mencubit pipi satu sama lain mematung terpana kearah Jiah. Siwon dengan cekatan segera membantu Jiah menurunkan kardus-kardus itu. Ryeona berlutut berusaha membantu membuka kardus tersebut.

“ Onnie, apa ini? “ Ryeona bertanya sembari melepaskan selotip yang menyegel kardus-kardus itu. Kyu dan Ryeowook sudah kembali ke alam nyata dan sekarang sudah ikut membantu Ryeona melepaskan selotip-selotip itu. Jiah tidak menjawab, dia duduk di kursinya, masih berusaha mengatur nafas.

“ Sunbaee .. “ Siwon menyodorkan segelas air putih dingin kepada Jiah. Jiah meraihnya sambil tersenyum lalu meneguknya hingga habis. Membawa kardus-kardus besar itu dari lantai 3 amat melelahkan, walau dia sudah menggunakan lift.

“ Gomawoyo Siwon-ah, ah, kardus itu tadi Sajangnim yang memberikan, entah apa isinya, Jung Woo Sung Sajangnim tidak menjawab ketika aku bertanya apa isinya, dia hanya tersenyum senyum, dasar orang aneh “ menyadari tatapan meminta jawaban dari Ryeona, Jiah segera menjawab pertanyaan Ryeona tadi.

“ Saem, kau yakin kan isinya tidak berbahaya.. “ Kyu menatap Jiah curiga, dia berhenti melepaskan selotip-selotip itu.

“ Yak, Kyunnie ! Kau memang benar –benar, haissh, kau pikir Sajangnim mau membahayakan kita? Tentu saja tidak! Dan jangan memanggilku saem ! ” tangannya mendarat di kepala Kyu. Entah apa yang membuat Kyu begitu keras kepala. Walau sudah diperingatkan berkali-kali untuk tidak memanggilnya Saem, tetap saja tanpa rasa takut sedikitpun Kyu masih memanggilnya Saem atau Songsaenim, berkali-kali. 
Kyu mengelus kepalanya . 
Ryeowook terkikik geli. Kyu menyadari Ryeowook menertawakannya dan langsung memberi tatapan menyeramkan kepada Ryeowook, Ryeowook pura-pura tidak melihat. 

Hanya Ryeona yang masih serius membuka kardus itu tanpa terganggu apapun, sementara Siwon hanya mengawasi sambil melipat kedua tangannya.
Kardus itu terbuka. Ternyata di dalam kardus itu masih terdapat banyak bungkusan-bungkusan yang masih harus mereka buka lagi. Mereka saling menatap satu sama lain. 

Bingung.

“ Apakah tidak ada nama pengirimnya?“ setelah lama diam Siwon akhirnya buka suara.

“ Jika ada, daritadi kita tidak akan bingung Hyung.. ” Kyu menimpali dengan nada datar.

Hening sejenak. Mereka ragu untuk membukanya atau tidak. Jiah memberanikan diri mengambil satu bungkusan yang paling kecil.

“ Ah, tepat sekali ! Aku datang di saat yang tepat.. ” sebuah suara mengagetkan mereka. Jung Woo Sung, pemilik kantor ini, atau bisa dibilang atasan mereka, memasuki ruangan. Seluruh anggota tim penyamaran refleks menundukkan badan dan memberi salam.  Woo Sung menepuk-nepuk pundak Siwon, orang yang terdekat jangkauannya dari dia.

“ Sajangnim, sebenarnya bungkusan-bungkusan ini apa? Dan.. dari siapa? Anda yakin kan ini tidak berbahaya? “ kembali, Kyu bertanya kepada Woo Sung, pertanyaan yang tadi ditujukan kepada Jiah.
Jung Woo Sung tersenyum tipis.

“ Itu dari penggemar-penggemar kalian, masih ingat kalian terakhir kali menyamar sebagai apa? “ Woo Sung memainkan koin digenggamannya. Dan dia kembali tersenyum demi melihat ekspresi wajah anggota tim penyamaran yang berubah menjadi kebingungan karena berusaha mengingat.

“ Kalian masih ingat, kalian menyamar menjadi anak band yang berhasil menyedot perhatian publik, lalu tiba-tiba menghilang karena kasus itu ternyata berhasil dipecahkan lebih cepat dari perkiraan dan rencana.. Ingat? Dan kau, Choi Siwon, penggemarmu paling banyak, hahaahaa.. “ Jung Woo Sung kembali menepuk-nepuk pundak Siwon.
Wajah mereka berlima berubah menjadi sangat merah. Bagi mereka penyamaran mereka saat itu merupakan penyamaran yang paling memalukan.

“ Dan ini hadiah yang dikirimkan dari para fans untuk kalian, semua ini dikirimkan ke Starment Entertainment, tempat kita bekerjasama. Para fans bepikir jika kalian benar-benar artis binaan Starment, makanya mereka mengirimkan ini kesana. Sebenarnya masih banyak barang lainnya, tapi mereka bilang mereka kirimkan dua kardus ini dulu, yang lain nanti menyusul..” sembari menjelaskan, Woo Sung menimang nimang satu bungkusan dan mencoba memperkirakan apa isinya dengan menggoncang-goncangkan bungkusan itu.

Melihat anak buahnya hanya diam Woo Sung tertawa.

“ Waeyoo?? Kenapa kalian diam saja, khukhukhu… ”

“ Kami bingung Sajangnim, itu penyamaran teraneh yang pernah kami lakukan dan kami malah mendapatkan ..... “ Ryeona memilin-milin roknya sembari menatap bungkusan-bungkusan itu.

“ Aku masih ingat betapa bodohnya aku bermain gitar saat itu, dan ketika melihat rekaman penampilan kita saat itu, Ya Tuhaan .. “ Ryeowook juga ikut-ikutan menatap bungkusan-bungkusan itu sambil sesekali menggaruk-garuk kepalanya.

“ Dan itu bukan strategi buatanku, makanya tidak berjalan dengan mulus.. “ dengan wajah serius Kyu menggeleng-gelengkan kepalanya.

“ Yak ! Apa-apaan kalian bertiga, yang penting semuanya sudah berlalu, kita tinggal melupakannya saja, lagipula, kapan lagi bisa dapat bungkusan gratis seperti ini.. “ Siwon merangkul Ryeona dan Ryeowook, juga mencolek Kyu. Jiah tersenyum.

“ Neee ... Benar, kedepannya kita akan menyamar menjadi orang yang lebih aneh lagi, yang kemarin itu hanya batu-batu kecil.. Bisa saja nanti kita menyamar menjadi pelawak, atlit, atau.. bahkan ... “ Jiah ragu mau melanjutkan kata-katanya, lebih baik tidak dilanjutkan (pembaca silahkan menebak apa yang dipikirkan Jiah,wkwkwkwk).

“ Benar, kalianlah yang terpilih menjadi tim penyamaran, sulit bukan, kalian harus berani malu , hanya orang-orang berjiwa besarlah yang bisa melakukannya, dan itulah kalian.. Memang sulit, tapi bukan berarti kalian tidak bisa melakukannya.. “ Jung woo sung berusaha menguatkan lima pemuda itu.

Mereka berlima tersenyum kearah Jung Woo Sung, merasa beruntung bisa diterima bekerja di kantornya dan menjadi pegawainya. Jung Woo Sung sosok yang sempurna bagi mereka semua.Tampan, pintar, tenang, sabar, humoris, semua sifat ada di dalam diri JWS. Dan yang paling penting, dia tidak pernah sombong dan selalu mau berbagi ilmu dengan pegawai-pegawainya.

“ Kamsahamnida Sajangnim.. Kami akan selalu bersemangat dan akan terus memperbaiki diri, kami akan terus melakukan yang terbaik “ Jiah menatap JWS dengan tatapan penuh semangat, diikuti anggukan mantap oleh 4 orang lainnya.

“ Kaulah Kaptennya, Lee Jiah-shii .. dan aku selalu percaya padamu.. “ JWS memegang pundak Jiah, membuat Jiah terkejut, namun tetap tersenyum semangat.

“ Baiklah, aku pergi dulu, ahh.. dan aku hampir saja lupa, nanti setelah makan siang, akan diadakan rapat besar, semua orang diharapkan datang, kita akan membahas kasus yang besar, tadi kepolisian baru saja mengontakku sebelum aku kemari, kasus ini benar-benar besar, dan aku mohon kalian mempersiapkan diri... “ tiba-tiba raut wajah JWS berubah menjadi serius.

“ NE SAJANGNIM KAMI MENGERTI ..“ mereka berlima serempak menjawab.

“ waaaah waah .. Ini dia tim penyamaran terhebat kita, hha hha .. OK, See you later “ perlahan Jung Woo Sung meninggalkan ruangan tim penyamaran.
Mereka semua tidak sabar. 
Kasus baru menanti .. !

***

To Be Continued 

FF ini bakal terlalu panjang kalo dipost langsung semua (=__=)
Aku emang gak bakat bikin cerpen hoaaahmm
(masih dalam hiatus mode ON)
Semangaaaaatt

Tikaaa
@Atikaachan

No comments:

Post a Comment