Sunday, September 1, 2013

Kamar Mandi

Tempat  mati yang paling tidak elit dan agak, ah, tidak, memang – dan sangat - memalukan, adalah kamar mandi. Menurut penjelasan kakekku dulu, ada sekitar 10% kematian di dunia ini yang disebabkan karena terjatuh saat sedang berada di kamar mandi, mungkin terpeleset, atau kaki yang berselisih saat akan memasuki atau keluar dari kamar mandi. Yah, memang yang namanya kematian kita tak bisa mengelaknya, dimana kita mati, kapan kita mati, bagaimana kita mati, setidaknya itu yang selalu dikatakan kakekku, ya, kakekku memang cerewet.

Sayangnya, saat ini aku sedang berjongkok di atas bak yang ada di wc umum taman, menatap dengan hina jasadku yang tertelungkup di depan pintu. Sialan, aku tak melihat ada sabun anggur di lantai kamar mandi jorok itu, terlalu sibuk mata jalangku memelototi sisa sisa berak orang lain yang berserakan di kloset kamar mandi umum itu.
Ah, Tuhan terkadang lucu, sekarang aku sudah bersatu dengan sisa sisa kotoran manusia itu, yang sepertinya tidak tahu bagaimana caranya menggunakan gayung, lalu menyiram sisa tahi-nya sendiri. Ah, Tuhan terkadang lucu, aku selalu berdoa agar kematianku terjadi dengan indah. Aku selalu berdoa kepada, yah, kepada siapa lagi kalau bukan yang biasa kita sebut dengan ‘Tuhan’, agar aku mati saat aku sedang mencium kaki Ibuku, yang selama ini sering menangis melihatku menenggak minuman setan, mencumbu istri lelaki kaya, dan memasukkan obat-obatan nikmat ke dalam aliran darahku. Aku ingin mati saat aku mencium kening ibuku, saat aku mengusap airmatanya, saat aku memijit bahu pegalnya. Ah, sudahlah, siapa aku hingga aku berharap ‘Tuhan’  - ya, ‘Tuhan’ yang itu -  mendengarkan doaku?. Aku sudah bercampur dengan feses sekarang, cara mati yang pantas untukku, yang tak lebih suci dari tahi tahi itu.

Ah, aku harus terima, kini aku telah menjadi bagian dari 10% itu, 10% penduduk bumi, yang sama hinanya dengan aku, mati di kamar mandi. Jika kau merasa kau tahi, kau hanya kotoran di muka bumi ini, ayo, ayo, bergabunglah bersamaku, inilah cara mati yang paling pantas untuk kita, berlumuran tahi, bertemankan pesing. Inilah cara yang paling pantas, percayalah!

:: fiksi, ini fiksi

3 comments:

  1. kkk, aduh eon, aku baca ini pas lagi sarapan. anjir~ XD

    ReplyDelete
  2. WOW! :| SUMPAH INI KEREN BANGET!!!
    SUMPAH GAK MBUJUK! ASELI KEREN BANGET!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lol aku baru baca komenmu tum, woles ae tum woles wkwk

      Delete