~~Irreplaceable
Tidak ada yang pernah tahu bagaimana perasaanku yang sebenarnya. Menjadi salah satu anggota dari Boyband terkenal di seluruh Korea,ah tidak,bahkan mungkin seluruh dunia. Ah,bahkan aku yakin,aku tidak perlu menyebutkan nama boyband itu kalian sudah pasti tahu. Dan buruknya,bisa dibilang bahwa aku adalah member yang paling “tidak diharapkan” atau apapun istilahnya yang bisa menggambarkan bahwa aku adalah member yang tidak seharusnya berada di Super Junior – ya,akhirnya aku menyebutkannya-.
Aku seorang Shin Dong Hee. Hah,jeongmal, tidak seharusnya berada di antara mereka. Entah apa yang ada di otakku dulu ketika aku bahkan menyetujui untuk debut bersama mereka. Harusnya aku kabur saja saat itu. Kalau saja aku kabur, sekarang pasti aku sudah hidup bahagia dengan mengelola restoran yang sudah lama aku impikan.
“ Uuugh,kenapa ada bocah gendut diantara mereka..Aigoo~~ merusak saja “
“ Haaahh,dia hanya mengandalkan kemampuan dancenya yang tidak seberapa dibandingkan EunHae”
“Haha,dia berusaha bersikap lucu agar terlihat menarik,,nyadar dong, sekali gak menarik ya tetap gak menarik”
“ Sepertinya Suju bakal lebih sempurna jika Shindong yang keluar, bukan HanKyung”
Hhhh… Aku sudah kebal dengan cibiran-cibiran seperti itu. Tentu saja aku selalu berusaha berfikir positif dan tidak mempedulinkannya, namun tetap saja, . . .hh. . andaikan saja kau mendengar orang lain meremehkan kemampuan yang kau miliki,kau pasti akan terluka,yah,walaupun lukanya tidak besar,namun luka tetaplah luka.
Bukan salahku jika bakat yang kumiliki adalah dance. Bukan sepenuhnya salahku jika aku tak pandai dalam bernyanyi seperti Wookie, Jong Woon-hyung, ataupun Kyunnie. Bukankah setiap manusia dilahirkan dengan bakat yang berbeda? Bahkan sifatku pun menjadi masalah. Bagaimana bisa mereka menilaiku sengaja melakukan lelucon sekedar hanya untuk menutupi kekuranganku?
Ya, Tuhan... Semuanya aku lakukan hanya untuk membuat orang-orang tersenyum, membuat para fans selalu bahagia dengan kehadiran kami. Ya, kami. Karena aku yakin, kata AKU tidaklah akan cukup untuk membuat mereka bahagia.
Tidak, aku tidak pernah sekalipun menyalahkan para member yang lain. Aku sangat tahu bahwa para hyung dan dongsaeng sangat menyayangiku, begitu juga yang kurasakan. Lima tahun lebih bersama bukanlah waktu yang singkat, bahkan kebersamaan kami sudah dimulai semenjak masa training. Kami sudah seperti satu keluarga yang tak terpisahkan.
Kalian mungkin tahu, sudah banyak masa-masa sulit yang kami lalui, begitu panjang jalan terjal yang harus kami lewati untuk mencapai kesuksesan seperti sekarang ini. Dan aku… rasanya tidak sanggup jika harus meninggalkan semua kenangan itu, meninggalkan keluarga baru yang membawa nafas baru untukku. Hah, sebenarnya apa yang terjadi denganku. Semuanya masih baik-baik saja sampai kemarin…
“Hyukjae, Donghae, kalian memang hebat! Bisa membuat gerakan-gerakan yang seperti tadi itu, benar-benar nyaris sempurna!” Aku mendengar Gary Hyung seorang dancer ternama di Korea -yang kali ini diundang oleh Manajer hyung untuk melihat latihan dance kami- memuji EunHae. Aku tidak bergerak dari tempatku sambil meneguk botol air mineral yang kedua. Entah kenapa aku merasa tidak enak badan, hal ini membuatku malas untuk buka suara.
“Aigoo.. Kalian berdua pasti berlatih sangat keras. Luangkanlah sedikit waktu untuk beristirahat..” Gary Hyung menepuk nepuk pundak Eunhyuk. Donghae masih terus tersenyum dan duduk disampingku. Dia melingkarkan tangannya ke pundakku dan berkata. .
“Anni, hyung.. Sebenarnya bukan hanya kami yang berkerja keras, Shin Dong hyung bahkan lebih rajin berlatih dibandingkan kami. Bahkan dia yang . . . .”
“Ah, sudahlah.. Tak usah merendahkan diri seperti itu, Hae. . .hahaahaa“ Gary Hyung tertawa lepas seolah olah Hae mengatakan lelucon lucu akhir tahun. Donghae hanya terbengong memandang Gary Hyung yang tertawa semakin keras dan memandangku dengan tatapan “maafkan aku” aku hanya tersenyum tipis dan mengelus lengannya. Untung saja Manajer Hyung segera datang dan mengajak Gary Hyung berbincang di luar. Aku hanya tersenyum ya tersenyum.
Hari itulah aku mulai memikirkan ide ini. Keluar dari Super Junior. Ya, KELUAR. Entahlah, mungkin aku bisa dibilang nekat,bodoh atau apalah namanya,tapi itulah keputusanku. Aku hanya tidak tahan. Aku hanya bosan,lelah,jenuh.
Besok setelah kami perform di SBS Gayo Daejun di akhir tahun, aku akan mengundurkan diri. Aku tidak peduli lagi dengan kontrakku. Aku sudah memikirkannya matang-matang. Ya,tahun 2011 mendatang Super Junior akan sempurna tanpa hadirnya Shin Dong Hee seperti yang kalian semua inginkan !!
***
Super Junior Dorm,31 Desember 2010
“ Hyaaa !! MASIWON BABOOO !! Bisa-bisanya numpahin Espresso HITAM LEGAM BAU itu tepat di atas sepatu baru aku ! Kamu tahu ! Ini aku pesan khusus liat ni,ada gambar Heebum kan?? Liat ini liaattt !!!“ Heechul Hyung menyodor-nyodorkan sepatu putih-lukis barunya kepada Siwon yang kali ini sukses membuat sepatu itu jadi berwarna coklat kehitaman. Pagi-pagi sudah berisik. Hah,tepatnya selalu berisik,apalagi jika si Tampan Babo – Choi Siwon – bermalam di dorm.
“Kan aku gak sengaja hyungg ~~~~ lagian tadi itu si Hyuk ngedorong aku dari belakang untungnya aku gak jatuh ! Harusnya hyung bersyukur aku gak kenapa napa,tapi hyung malah marah-marah!“ Tidak tahan untuk tidak melihat dua orang bodoh itu bertengkar, aku membalikkan badan ,dan benar saja, aku bisa melihat dengan jelas wajah sok-polos babonya Siwon dan Heechul Hyung yang wajahnya sudah memerah – siap untuk meledak , ditambah Hyuk yang berjalan pelan-pelan menjauhi pertengkaran itu. Ya,tentu saja Siwon tidak bohong,pasti Hyuk yang mengusilinya. Sudah tahu bagaimana akhir pertengkaran itu – yang tentu saja akan dimenangkan Heechul Hyung ,aku bergegas ke dapur,karena Wookie sudah mengoceh lebih dari 20 menit. Selalu cerewet,seperti Ahjumma ahjumma penjual ikan di pasar.
“ Aigoo ~~ sudah tahu hari ini kita bakal latihan dari pagi sampai sore,masih aja sarapan gak tepat waktu, selalu masih perlu diomel-omelin dulu baru pada mau makaan. Aaa jinjaayoo,kalian semua membunuh aku secara perlahan “ Yaa.. Beginilah Wookie,omelan-omelannya selalu saja “kalian mau membunuhku ya?” atau “Kalau kalian begini terus aku bisa tambah kurus !” dan beberapa omelan-omelan aneh dan berlebihan lainnya.
Aku duduk di salah satu kursi dengan cepat dan tersenyum tipis. Ahh~~ Suasana ini bakal aku rindukan nantinya.
“Shindong Hyung,kau kenapa senyum seyum sendiri. Ini obatmu,segeralah diminum . .“ Sapaan Sungmin membuyarkan lamunanku.
“ Yak Sungminnie,obat apa ini? Aku tidak sakit,aku baik-baik saja,kau selalu saja sok tahu,tidaak ,aku tidak mau meminumnya “ Aku menolak obat aneh yang diberikan Sungmin kepadaku. Aku heran mengapa dia bisa menyadari kondisiku yang kurang baik sejak 2 hari kemarin,haah,mungkin hanya masuk angin biasa.
“ Kau tidak bisa membohongiku Hyung,aku tahu sekali gerak-gerik mu ! Pokoknya kau harus minum obat ini Hyung,nanti kita seharian ini latihan dan nanti malam akan tampil,kita harus tetap fit,,Ayolaah hyung ! “
Sungmin terus memaksaku meminum obat itu. Aku menyerah dan berjanji akan meminumnya segera setelah sarapan. Hal yang tidak pernah terjadi. Karena aku membuang obat itu. Dan syukurnya Sungmin percaya padaku. Haah,maafkan aku Sungminnie,tapi entah mengapa aku hanya tak ingin minum obat kali ini.
Akhirnya pagi yang suruh telah berakhir. Kami semua beranjak menuju ke tempat latihan sebelum akhirnya pergi gladi resik. Aku tidak bisa mengingat apa-apa lagi setelah latihan yang melelahkan. Karena aku ambruk,ya,baru kali ini seorang Shin Dong Hee sakit hingga jatuh seperti ini.
***
Super Junior Dorm
“Kyunnie,jangan lupa pakai jaketmu,hari ini akan sangat dingin, Astaga Hyuk ! Kenapa kamu pake sepatu itu lagi ! Sepatu itu sudah amat sangat bau ! “
Aku membuka mataku perlahan. Ribut sekali diluar. Apakah hari sudah berganti? Ataukah masih hari yang sama? Jam 7? Pagikah? Atau malam? Ahh.. Kepalaku sakit sekali.
“ Yaak Wookie,kenapa kau bawa bekal segala sih ! Disana kita pasti diberi makan malam ! Jangan membantah ! Segera pasang sepatumu dan bergegaslah ke bawah ! Manajer Hyung sudah memarahiku dari tadi ! Dia takut terjebak macet ! Arrgghh ! Kyuu ! Mana jaketmu?” terdengar jelas suara Teuki Hyung yang sekarang sudah berubah menjadi galak. Aku yakin sekarang masih tanggal 31 Desember, karena sepertinya mereka sibuk mempersiapkan segala sesuatu sebelum Gayo Daejun malam ini. Aku berusaha menuruni ranjangku dan mengambil jaketku yang tergantung di balik pintu,tentu saja aku harus ikut berangkat.
“ Haah..Akhirnya ! Yakk Wonnie,ayo segera berangkat !”
Mendengar kata-kata Teuki Hyung,sepertinya hanya mereka berdua yang tersisa di dorm.
“Ahh,Jakkaman hyung !”
Aku yang tengah bergegas memasang jaketku perlahan mendengar suara langkah kaki mendekat.
“Shindong Hyung ! Sedang apa kau? “ Siwon tiba-tiba sudah berada di hadapanku dan menatapku dengan tatapan aneh.
“ Tentu saja aku bersiap untuk tampil bersama kalian !“ Aku menatap Siwon dengan tatapan yang lebih aneh. Bagaimana bisa dia menanyakan hal yang sudah pasti jawabannya.
“ Tidak Shindong ! Kau tidak bisa ikut,lihatlah dirimu,bahkan berdiri pun masih gemetar. Tidak,kau tetap tinggal di dorm ! Titik ! Ayoo Wonnie ! “ Teuki hyung yang entah datang darimana menarik tangan Siwon untuk segera pergi. Mereka setengah berlari. Aku yang masih pusing tidak sanggup menyamai langkah lebar mereka. Aku terduduk persis di depan pintu kamar.
“Yaaa !! Kalian ! Aku baik-baik saja ! Heeiii !! “
Mereka berdua tidak menghiraukan panggilanku dan akhirnya berhasil keluar dari dorm.
Aku memukul dinding disampingku.
“DDDDDAAKKK “
Aku benar benar kesal ! Bisa berantakan semua rencana yang sudah kususun dengan sempurna. Haaah. Sudahlah. ~~
***
Entah apa yang membawaku ke tempat ini. Tempat dimana biasanya kami ber13 –tentu saja sebelum kepergian mereka Hangeng,Kibum,dan Kangin, sering bercanda bersama. Disini diatas dorm kami. Roof garden yang terbuka dan nyaman. Disinilah kami sering berbagi cerita, meneropong bintang-bintang, atau bahkan bermain petak umpet ketika kami punya waktu lebih untuk berkumpul bersama. Hahaha.
Tak terasa airmataku mengalir. Haah,semua ini memang berat. Melepaskan hal-hal yang kamu cintai. Tapi,aku sudah yakin dengan semua ini. Aku sudah yakin dengan keputusanku ini.
Aku memandang bintang-bintang yang bersinar terang di langit. Ahh,aku jadi ingat saat Eunhyuk berkata bahwa dia nantinya akan membawa Istrinya memegang bintang,mimpi yang sangat bodoh. Atau Jongwoon hyung yang sangking terpesonanya dengan bintang berniat untuk mengambil satu bintang dan menjadikannya pasangan hidup Ddangkoma. Hah, tak lama lagi tak akan ada kebersamaan itu lagi. Lebih tepatnya, Aku tak akan lagi bisa merasakan kehangatan mereka,kepedulian mereka, pun kebodohan mereka. Aku membiarkan airmataku berjatuhan. Yah,biarlah. Biarlah semuanya menghilang dengan airmataku ini.
Tiba-tiba ponselku berbunyi, ah ini Henry, aku dengar dia memang sedang ada di Korea. Tapi,kenapa dia menghubungiku. Aku menarik nafas panjang dan mengangkat telponnya.
“ Neee Henry-ah~~ ??” Ujarku malas-malasan.
“ Astaga !! Jadi benar Shindong Hyung tidak ikut mereka ! Hyung ! Kau sedang apa sekarang, Hyung ! A..Akuu Akkuuu… Hyung, kita memang ha haa haaruss taa . . . . .” aku bisa mendengar dengan jelas nafas Henry yang memburu dan suaranya yang bergetar hebat. Aku merasa ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi.
“ Pelan pelan Henry.. Waeyo? Ada yang salahkah ?”
“ Hyuung.. Hyungg.. Hyung tidak menonton Televisi sekarang? Aa Aa akuu .. tuutt tuutt tuutt” Henry memutus sambungan telpon itu dengan tiba-tiba. Refleks aku berlari menuju ruangan kami. Tidak peduli dengan rasa sakit di kepalaku yang semakin menjadi. Setelah sampai di dorm,aku segera menyalakan Televisi dan…. Darah dimana-mana ! Orang-orang terlihat panik dan beberapa terlihat menangis. Dan aku melihatnya, sepatu itu ! Sepatu bergambar Heebum yang kemarin diributkan oleh Heechul Hyung, walau berlumuran darah aku masih bisa mengenalinya. Lalu jaket itu ! Jaket berwarna hijau kebiru-biruan milik Kyunnie. Ahhhh ~~ Andwee…. Ini hanyalah kebetulan,kebetulan orang lain memiliki barang yang sama dengan mereka.
“ Beberapa member sudah dilarikan ke rumah sakit,tapi sayangnya,4 member termasuk sang leader Leeteuk, tidak bisa diselamatkan lagi”
Aku tidak tahu apa-apa lagi. Semuanya tiba-tiba gelap dan hampa.
***
“ Hyung..Hyung.. Shindong Hyung..Hyung,, bangun Hyung,kenapa bisa tidur di tempat seperti ini sih?” Aku mendengar dengan jelas suara cempreng Eunhyuk dan tepukan keras di pipiku.
“ Kau lupa Hyuk,dia bisa tidur dimana saja,bahkan saat sakit seperti sekarang “ Kali ini suara Leeteuk Hyung. Apakah aku juga sudah menyusul mereka hingga aku bisa mendengar suara mereka.
Aku membuka mataku sedikit dan tampaklah siluet Eunhyuk dan Siwon yang berlutut disamping kiri-kananku. Ahh ~~ bahkan setelah matipun wajah mereka tak berubah. Kali ini mataku sudah terbuka lebar dan aku semakin yakin bahwa aku juga ikut mati karena sekarang aku melihat mereka ber-9 berkeliaran.
“ Yaa ! Shindong hyung sudah bangun ! Hyung jangan pasang wajah bodoh begitu dong !” protes Eunhyuk.
“ Hyuk ! Kau jangan kurang ajar ! Wajah Shindong Hyung memang begini sejak lahir ! “ Siwon memukul lengan Eunhyuk. Baahh ~~ Siwon setelah mati semakin kurang ajar saja.
“ Ini di Surga? “ tidak tahan lagi dengan kebingunganku akhirnya aku buka suara. Cukup keras sepertinya. Karena sekarang aku melihat mereka semua membatu di tempat masing-masing. Itu berarti suaraku sudah tidak sopan masuk ke dalam sistem pendengaran mereka.
“ Phuaaahahahhahahahahhahahaaaa !!!! “
Mwwoo?? Kenapa mereka malah tertawa seperti ini?
“Iyaaa hyung !! Ini surga kita kan?? Roof garden ini??Buahahahahhahhaaa “ Donghae menimpali,masih dengan tawa kerasnya.
“ What’s wrong?” Leeteuk Hyung yang sudah berhasil menguasai diri dari tertawanya yang sangat khas itu, duduk disampingku.
Aku pun menceritakan semuanya, berita kecelakaan itu – yang ternyata hanya mimpi karena ternyata aku terdidur di Roof garden - kepada mereka.
“ Aigoo ~~ Seram banget mimpimu Dong,itulah akibatnya kalau kamu tidur di tempat seperti ini, tadi kita terkejut ketika sampai di dorm dan kau tidak ada disana,kita yakin kau pasti kesini“
“ Aniiyoo ~~ Sebenarnya mimpiku itu bukan karena aku tidur di tempat seperti ini,tapi karena rencanaku 2 hari lalu“ Aku buka suara lagi.
“Apa itu Hyung? “ serobot Kyu.
“Keluar dari Suju ~~~ “ akhirnya aku mengakuinya.
“ MWOOOOOOO ~~~ “
Sudah ku duga reaksinya akan begini.
“Tenang ! Aku akan menceritakan semuanya !” Lalu akupun menceritakan semuanya. Semua uneg-unegku kepada mereka hingga rencana bodohku itu.
“ Kau sungguh babo Dong ! “ Jongwoon hyung menjitakku.
“Hyung, jukeosipho? Sekali lagi kudengar kau memiliki rencana seperti itu, aku tak segan-segan untuk mengirimmu ke akhirat” ucap Sungmin yang diamini oleh anggukan member lainnya.
“Shin Dong Hee.., katakan dengan jujur, apakah ada perlakuan dari kami yang membuatmu tak merasa nyaman?” Teuki hyung memegang pundakku, dapat kurasakan nada khawatir dalam suaranya. Peristiwa yang terjadi pada Hangeng membuatnya sedikit trauma .
“Anni, hyung.. Aku hanya…” kata-kataku menggantung di udara demi melihat tatapan mereka yang, aisshh..aku begitu menyayangi mereka.. Bagaimana mungkin ide setan itu meracuni otakku.
“Aku hanya merasa..kehadiranku tidak ada gunanya..” Sunyi.
“Eh?” Jongwoon meraba dahiku dengan tangan kanannya, lalu tangan yang kiri memegang pantatnya.
“Aahh.. Panas sekali, Dong, pantas saja ucapanmu sangat ngawur!” celetuknya tanpa rasa simpati.
“Hyung, apa ada hubungannya dengan latihan 2 hari yang lalu?” Hae tiba-tiba buka suara.
Aku terdiam. Bagaimana bisa dia mengingatnya. Ah, bodohnya aku.. Hal seperti tak seharusnya ku permasalahkan. Gary Hyung memang suka bicara semaunya.
“Anni.. Tidak ada yang salah. Entah aku kerasukan apa akhir-akhir ini. Mungkin aku hanya terlalu lelah hingga pikiranku jadi tak waras..”
“Terkadang aku menahan perasaanku terhadap kalian. Aku berpikir bahwa kalian tidak memikirkanku. Aku tidak tahu bahwa ternyata..”
“Kau jahat, hyung! Teganya kau berpikiran seperti itu”, Ryeowook memotong perkataanku.
“Ck, dasar bodoh, kau pikir bagaimana kita bisa bersama selama ini?? Karena kita juga memikirkanmu, kita bersama sampai sekarang!”. Sambar Teuki hyung.
“Heh, apa kau tidak tahu apa yang dari tadi kubawa?” Heechul hyung menyodorkan dua bungkusan besar kepadaku, lalu memberi isyarat agar aku lekas membukanya. Ada 5 tumpuk kotak makan di tiap bungkusnya. Dan ada selembar kertas di dalamnya. Aku membacanya.
Shindong Oppa,aku dengar Oppa sedang sakit,makanya aku dan teman-teman berusaha membuatkan bibimbap untuk Oppa. Maaf kalau tidak enak Oppa,tapi semoga cinta kami semua sampai kepada Oppa ~~ OPPA HWAITING !! Hyun Mi dkk
Aku berusaha menahan airmataku lagi. Heechul hyung menatapku lembut.
“ Hey Guri Dong,itu Cuma beberapa dari yang kita dapat di Backstage tadi,haaahh… Sekarang kau tahu kan kita semua menyayangimu ~~ “
Haaahh ~~ Aku tak sanggup lagi. Aku memeluk mereka semua dan menangis lagi. Sungguh, aku tidak akan pernah lagi berfikir untuk meninggalkan mereka. Tidak akan pernah. Terlebih hanya karena terluka. Ah,alasan apa itu? Karena luka luka itu bisa disembuhkan,juga bisa dilupakan. Namun,kehilangan mereka? Ah,mungkin lebih baik aku mati.
Yaaa !! HEI DUNIA ! INILAH AKU SHIN DONG HEE !! ANGGOTA KEBANGGAAN SUPER JUNIOR !! LIHATLAH ! KAMI PASTI AKAN MENGUASAI DUNIA !! PASTI !!
Ah,aku rasa kata-kata hatiku tadi berlebihan tapi sudahlah,aku tak peduli. Haha. Aku tertawa di tengah tangisku. Hey Kalian ! Jangan pernah berhenti mencintai kami yaaa !!
“ Hyung ! You’re Irreplaceable “ Siwon tersenyum kepadaku,masih dengan wajah tampan babonya. Aku membalas senyumnya dan memeluknya.
YES, I’M THE IRREPLACEABLE ONE J
Yang mau kritik silahkeenn ~~
hiehehehee...ini FF memang pantas dikritik..
Happy Reading :)
No comments:
Post a Comment