Seorang wanita terlihat keluar dari sebuah rumah yang megah. Tertulis “CHOI” di papan nama yang ada di depan rumah megah itu. Seorang pria yang memakai pakaian rapi menghampirinya.
“ Nona Kara,saya akan meminta supir untuk mengantar anda sampai kerumah” Shindong,kepala pelayan dirumah itu berkata dengan sopan.
Wanita yang bernama Kim Kara itu hanya tersenyum hangat.
“ Tidak perlu Tuan Shin,aku ingin naik bis saja,lagipula aku harus mampir ke supermarket untuk membeli beberapa keperluanku dan anak-anak, akan memakan waktu cukup lama,terima kasih atas tawarannya Tuan Shin,tapi aku tidak memerlukannya” Kara kembali tersenyum kepada Shindong.
“Baiklah nona,ini sudah malam,berhati-hatilah” Shindong menepuk pundak Kara lembut. Entah mengapa,dia merasa amat sayang kepada wanita muda yang ada di depannya itu,dia sudah menganggap Kara seperti putrinya sendiri.
“Ya,tentu saja Tuan Shin, Selamat Malam “ Kara memberikan anggukan hormat kepada Shindong dan segera meninggalkan kediaman keluarga Choi.
“ Selamat Malam ~~~ “ Shindong terus memandangi sosok Kara yang berjalan menjauhinya,hingga sosoknya hilang. Shindong mengerti apa yang baru saja terjadi dan tentu saja dia bisa melihat kabut yang menyelimuti mata Kara tadi.
“Tuhan. . Engkau pasti tahu bahwa Nona Kara adalah wanita yang baik,berilah dia kekuatan..selalu . . .“
~~~
Kara’s
Dingin. Mungkin hanya kata itu yang sekarang terlintas di pikiranku. Semuanya dingin. Tidak hanya cuaca malam ini, namun juga kehidupan. Entah kenapa kehidupan ini menjadi begitu dingin. Dan semua kedinginan ini karena kepergianmu,kenapa engkau harus pergi secepat ini.
“Tessss”
Tak kuasa airmataku berebutan untuk keluar. Aku tidak sanggup menahannya lagi. Sejak ada di rumah yang dingin itu,airmata ini sudah meminta untuk keluar,memaksa..namun aku tetap bertahan. Dan sekarang,aku tidak sanggup lagi.
“ Dan lihatlah dirimu sekarang !! Bagaimana bisa kau membesarkan anak-anakmu dengan keadaan seperti ini. Aku tidak rela jika mereka harus hidup bersama wanita yang tidak memiliki kekuasaan sepertimu. Aku ingin mereka hidup bersama aku di rumah ini. Kehidupan mereka akan sangat terjamin disini ! Mengerti??“
Aku kembali mengingat kata-kata Eomonim tadi. Sungguh menyakitkan. Aku tidak akan pernah mempermasalahkan jika Ia ingin menghinaku,ya,karena itu selalu dia lakukan,tapi,mengapa Ia ingin mengambil hak asuh anak-anakku,tidak,sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyerahkan mereka.
Aku mengambil ponselku. Tetes tetes airmataku membasahi layarnya. Layar yang terdapat fotoku dengannya,Siwon,suamiku. Juga Hyunki,Hyora,dan Hyori, tiga malaikat kecil tanpa sayap yang telah dan selalu mewarnai hari-hariku. Aku memeluk ponselku. Bagaimana bisa Eomonim ingin mengambil mereka bertiga? Setelah kepergian Siwon,aku hanya memiliki mereka bertiga.
Aku menghapus airmataku. Tidak,aku tidak boleh cengeng. Aku harus kuat, aku tidak akan menyerah kepada Eomonim. Tidak, tidak akan !!
~~~
“ Wookie !! Kapan mama pulang !! Ini sudah malam !!” Hyunki menarik narik baju Ryeowook yang sedang asyik mendengarkan lagu dari laptopnya. Ryeowook melepas earphone nya dan menoleh menatap mata biru Hyunki. Mata yang sangat identik dengan mata mamanya. Ryeowook tertawa renyah.
“ Aigoooo !! Ini pertanyaanmu yang ke seribu kalinya Hyunki-Ah! Ayo cepatlah tidur,lihatlah,Hyora dan Hyori sudah pergi berlayar daritadi” Hyunki menoleh kearah kamar adik kembarnya itu. Dilihatnya keduanya sudah terlelap dengan damainya.
“ Kau berbohong Wookie! Mereka berdua tidak berlayar! Mereka sedang tidur ! “ Hyunki yang merasa dibohongi semakin menarik narik baju Ryeowook.
Ryeowook yang gemas melihat kepolosan keponakannya itu segera menggendongnya kekamar.
“ Hyunkiiii kau ini sudah 7 tahun,tapii tetap saja polos! Maksud jussi .. Hyora dan Hyori sedang berlayar ke pulau mimpi, ah,kau ini ! “ Ryeowook menurunkan Hyunki di tempat tidur lalu mengacak acak rambutnya.
“ Kau lebih parah dari aku Wookie !! Kau sudah berumur 20 tahun tapi masih saja polos seperti anak kecil !! bweeee !! “
Kata-kata Hyunki yang memang benar adanya itu membuat Ryeowook tertohok.
“ Yaa Hyunkii-aah ! beraninya kau memperolok pamanmu yang tampan ini,awas kauu,rasakan serangankuu.. “ tanpa ragu Ryeowook menggelitiki seluruh tubuh Hyunki.
“ Huehehhehee..heheehe..aduhh ampuunn Wookiee,,hihihihiik aww hahahahhaa” Hyunki menggeliat di tempat tidur berusaha menghentikan adik dari mamanya itu.Tapi percuma,Ryeowook benar-benar tau bagaimana cara melumpuhkannya.
“ Mamaaa pulaaangg ~~~ “
Akhirnya 2 orang bodoh itu menghentikan aktivitas ‘bodoh’nya.
“Mamaaaaaa ~~~~”
Hyunki berlari menyambut mamanya. Diikuti Ryeowook yang sesekali merapikan rambutnya yang berantakan karena ‘bergulat‘ dengan Hyunki tadi. Hyunki memeluk mamanya seolah sudah bertahun tahun tidak berjumpa. Kara balas memeluknya erat lalu memberikan kecupan lembut di dahinya.
“ Ini sudah jam 11 malam dan kenapa jagoan mama yang satu ini belum tidur ? Bukankah besok harus sekolah sayang ? “ Kara mengusap kepala Hyunki -yang masih memeluknya- dengan lembut.
Hyunki menggeleng pelan.
“ Hyunki gak bisa tidur. Nungguin mama. Tadi Wookie payah ma,masa disuruh bacain dongeng dia malah nyanyiin kita lagu, Hyora-Hyori memang bisa tidur,tapi aku gak bisa ma,aku pengen didongengin seperti biasa. Aku pengen denger cerita Momotaro lagi dong ma,kaya yang terakhir kali diceritain sama Pa . . . “ Hyunki ragu untuk melanjutkan kalimatnya. Dia semakin mempererat pelukannya ke Kara. Tanpa Hyunki selesaikan kalimat itupun Kara sudah tahu kelanjutannya. Matanya kembali panas. Ryeowook yang mengerti dengan apa yang dirasakan kakaknya itu mendekatinya dan mengusap usap lengan kakaknya itu dengan lembut.
~~~~hiahahhahahahhahahaaa...gak ada ide lagi,mandek !! sebenernya ada,cuma I don't have much time to make it better ... sabar aja daahh..tolong dikasi saran !! :D
"Aku mengambil ponselku. Tetes tetes airmataku membasahi layarnya. Layar yang terdapat fotoku dengannya,Siwon,suamiku. Juga Hyunki,Hyora,dan Hyori, tiga malaikat kecil tanpa sayap yang telah dan selalu mewarnai hari-hariku. Aku memeluk ponselku. Bagaimana bisa Eomonim ingin mengambil mereka bertiga? Setelah kepergian Siwon,aku hanya memiliki mereka bertiga".
ReplyDelete*beneran penegn ngakak. tapi trnyata tikachan soswiiiiiiiiiiiiit deh...
yaudah ngakak aja sana..ngakak sana yang keras .. !! yang keras !! #gaknyante#
ReplyDeleteiya gua emang so suiiitt..
aku aja orangnya sweett sweett syalalaa babyy...uhuuyy (?:)
EOMONIM itu devil ta? keren namanya
ReplyDeleteeh aku dong jadiin cerita. hahaha. *pede ciaaak
eomonim itu ibuu...
ReplyDeletekamu mau cerita apaan?
konyol ,sedih,ato tragis...
ama kibum a?
hiahahhaa
mampir ke blog ku ya chingu ^_^ di http://alwayskpop4ever.wordpress.com/
ReplyDelete